Deteksi Dan Pencegahan Formalin Serta Boraks Pada Ibu Posyandu Rejomulyo Kota Kediri

  • Asih imulda hari purwani Institut Bhakti Wiyata Kediri
  • Fita Sari
  • Mochamad Feriyanto
  • Rachma Nurhayati
  • Dewy Resti Basuki

Abstrak

The use of formalin and borax in food remains a serious food safety issue that may cause adverse health effects. Limited knowledge among community health cadres regarding the risks and detection of these substances led to the implementation of a community service program in Rejomulyo Village, Kediri City. This program aimed to improve the knowledge of posyandu (integrated health post) mothers about the dangers of formalin and borax and simple detection methods in food. The program applied a three-day participatory education approach, including field observation, counseling sessions, and practical demonstrations. Evaluation was conducted using pre-test and post-test questionnaires with an ordinal scale administered to 45 participants. The results demonstrated an increase in average knowledge levels from 57.22% before the intervention to 82.22% after the intervention. Statistical analysis using a Paired Sample t-test showed a significant difference between pre-test and post-test scores (p < 0.05). The activity was well implemented and received positive responses from participants. The program effectively enhanced participants’ knowledge and has potential for sustainable development to promote food safety awareness at the community level.

Keywords: food safety, formalin, borax, education, posyandu.

Referensi

'[1] Alifia, N., Marlina, E. T., Utama, D. T.2023. Analisis Kandungan Boraks dan Formalin pada Produk Olahan Daging yang dijual oleh UMKM di Kota Bandung. Jurnal Teknologi Hasil Pertanian, 4(1), 62-73.

'[2] Bayani, C. 2022. Kandungan Formalin dan Boraks pada Makanan Jajanan. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 5(1), 23-27

'[3] Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. 2018. Pedoman Pengawasan Bahan Berbahaya pada Pangan. Jakarta: BPOM RI.

'[4] Kementerian Kesehatan RI. 2020. Petunjuk Teknis Keamanan Pangan Bagi Kader Posyandu. Jakarta:Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat.

'[5] Huda, N., Syahfitri, S., Aida, N., Alvionida F. 2024. Pemberdayaan Masyarakat dalam Upaya Peningkatan Kesehatan dengan Mengetahui Pengujian Formalin dan Boraks pada Makanan Menggunakan Metode Sederhana. Jurnal Inovasi dan Pengabdian Masyarakat, 4 (1), 24-30.

'[6] Susilowati, R., & Kartasapoetra, A. G. 2011. Formalin dan Boraks dalam Makanan: Deteksi dan

Dampak Kesehatan. Yogyakarta: Andi Offset.

'[7] Sari, D. P., & Hidayati, R. 2019. Sosialisasi Keamanan Pangan: Pencegahan Penggunaan Formalin dan Boraks oleh Kader Posyandu. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(2), 101–108.

'[8] Sari, M., Nurmansyah, J., Supriati, R. 2020. Uji Kandungan Boraks pada Bakso di Kecamatan

Muara Bangkahulu Kota Bengkulu. Jurnal Konservasi Hayati, 16(1), 39-45.

'[9] Syuhada, A, D. 2023. Deteksi Bahan Tambahan Beracun dan Kontaminasi Mikrobiologis dalam Makanan Jajanan Sekolah. Jurnal Rekayasa, 2 (1). 31-37

'[10] Pratiwi, I. N., & Utami, S. 2020. Edukasi Pangan Aman Melalui Pelatihan Deteksi Boraks dan Formalin pada Produk Makanan. Jurnal Abdimas Kesehatan, 2(1), 45–52.

Diterbitkan
2026-11-04