Edukasi Tenaga Medis dan Non-Medis dalam Mencegah Wabah Campak di Rumah Sakit Islam Sultan Agung
Edukasi Tenaga Medis dan Non-Medis dalam Mencegah Wabah Campak di Rumah Sakit Islam Sultan Agung
Abstract
Campak disebabkan oleh infeksi virus Measles yang sangat menular dan dapat menimbulkan wabah. Campak menyebabkan gejala seperti demam, ruam, konjungtivitis, batuk pilek, dan bercak Koplik. Campak dapat sembuh sendiri/self limited disease, namun bisa menimbulkan komplikasi berat. Indonesia merupakan negara berkembang dengan angka kasus campak 10 tertinggi di dunia pada tahun 2026. Rumah sakit merupakan salah satu tempat yang berpotensi terjadi penularan dan wabah campak. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan petugas medis dan non-medis sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan di rumah sakit terkait kasus campak. Metode yang digunakan meliputi pengisian data responden dan soal pre-test, penyuluhan kesehatan, praktik kebersihan tangan sebagai kewaspadaan standar, diskusi dan tanya jawab, serta diakhiri dengan pengisian post-test oleh responden. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan responden dilihat dari peningkatan rerata nilai post-test yaitu 97,36 dibandingkan rerata nilai pre-test yaitu 87,42. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p=0,000 (p<0,05), terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah edukasi kesehatan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa kegiatan edukasi dapat meningkatkan pengetahuan petugas medis dan non-medis terkait pencegahan penyakit campak di rumah sakit.
References
'[1] M. Bassetti, D. R. Giacobbe, C. Sepulcri, and L. Labate, “Epidemiology, clinical overview, and potential risk of a new pandemic of measles virus,” Infectious Diseases & Immunity, vol. 5, no. 3, pp. 198–205, Jul. 2025, doi: 10.1097/ID9.0000000000000165.
'[2] P. A. Gastañaduy, J. L. Goodson, L. Panagiotakopoulos, P. A. Rota, W. A. Orenstein, and M. Patel, “Measles in the 21st Century: Progress Toward Achieving and Sustaining Elimination,” The Journal of Infectious Diseases, vol. 224, no. Supplement_4, pp. S420–S428, Sep. 2021, doi: 10.1093/infdis/jiaa793.
'[3] S. Au, S. Saini, W. D. Cruz, and V. Venketaraman, “Measles: An Updated Literature Review of the Host Response, Pathogenesis, Complications, Prevention Measures, and Recent Outbreaks,” CIMB, vol. 48, no. 2, p. 206, Feb. 2026, doi: 10.3390/cimb48020206.
'[4] A. A. Rabaan et al., “Updates on Measles Incidence and Eradication: Emphasis on the Immunological Aspects of Measles Infection,” Medicina, vol. 58, no. 5, p. 680, May 2022, doi: 10.3390/medicina58050680.
'[5] N. Hikmah, A. Sartinah, A. S. Brayudani, N. A. Sakina, and W. Apriliyani, “PENINGKATAN LITERASI KESEHATAN IBU MELALUI EDUKASI IMUNISASI CAMPAK DI POSYANDU PUSKESMAS BENU-BENUA KENDARI,” Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, vol. 3, no. 3, 2026.
'[6] S. A. Nugroho and M. Rahmaniati, “Pemetaan Risiko Campak di Indonesia Tahun 2022 Berdasarkan Skor Komposit Multi- Indikator: Pendekatan Sistem Informasi Geografis (GIS),” Jun. 2026.
'[7] M. Fifolt, R. A. Lee, S. Nafziger, and L. C. McCormick, “Infectious Disease Hospital Preparedness: Lessons Learned From the 2019 Measles Outbreak,” Disaster med. public health prep., vol. 16, no. 3, pp. 899–903, Jun. 2022, doi: 10.1017/dmp.2021.18.
'[8] P. N. Yahmal, “Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Campak,” vol. Vol 03 No 01, Oktober2021, pp. 1612–1615, Oktober 2021.
'[9] A. Fridayanti, I. S. Ajis, and S. Damayanti, “Edukasi Kesehatan untuk Meningkatkan Pengetahuan tentang Pencegahan Penyakit Campak di Posyandu Kenanga RT. 16 Kelurahan Sidodamai Samarinda,” Jur. Pengabd. Masy. Inov. Ind. (JPMII), vol. 4, no. 4, pp. 307–316, Jul. 2026, doi: 10.54082/jpmii.1317.
'[10] S. Supriyadi, E. Rimawati, and V. A. V. Setyawati, “The Influence of Health Promotion on the Incidence of Measles in Children: A Systematic Review,” JCHP, vol. 6, no. 1, pp. 78–91, Apr. 2026, doi: 10.55885/jchp.v6i1.918.
'[11] P. A. Gastañaduy et al., “Public health responses during measles outbreaks in elimination settings: Strategies and challenges,” Human Vaccines & Immunotherapeutics, vol. 14, no. 9, pp. 2222–2238, Sep. 2018, doi: 10.1080/21645515.2018.1474310.




.png)






