Peningkatan Kualitas Hidup Lansia Melalui Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Degeneratif
Abstrak
Indonesia merupakan negara dengan struktur penduduk tua (aging population), dimana populasi lanjut usia (lansia) saat ini diproyeksikan sebesar 27,08 juta jiwa atau 9,99% dari total penduduk Indonesia. Dua permasalahan kesehatan diantara 6 masalah kesehatan terbanyak pada populasi lansia berdasarkan hasil Riskesdas 2018 yaitu 63,5% lansia menderita hipertensi dan 5,7% diabetes mellitus (DM). Pada era pandemi, kelompok lansia merupakan kelompok yang paling berisiko mengalami keparahan/morbiditas dan mortalitas akibat penyakit Covid-19. Hal ini dikarenakan pasien lansia umumnya memiliki berbagai komorbiditas, seperti penyakit DM dan hipertensi. Untuk itu pencegahan melalui upaya promotif dan preventif kepada kelompok lansia sangat penting dilakukan. Oleh karena itu para dosen Prodi S1 Farmasi FMIPA Universitas Tadulako beserta sejumlah mahasiswa Farmasi terpanggil untuk ikut berpartisipasi dalam upaya edukasi dalam rangka peningkatan kesadaran dan pemahaman masyarakat usia lansia terutama di sekitar daerah PKM tentang pencegahan dan penanganan hipertensi dan DM untuk meningkatkan kualitas hidup pada usia lanjut/lansia. Edukasi diberikan dalam bentuk penyuluhan; pemeriksaan kondisi fisik: pengukuran berat badan, tekanan darah, dan pemeriksaan kadar gula darah; serta pembagian booklet. Pelaksanaan pengabdian yang telah dilakukan mendapatkan respon yang baik dari warga yang mengikuti karena sebagian besar banyak yang aktif dalam bertanya pada saat konseling diberikan. Berdasarkan hasil pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan diperoleh peningkatan pengetahuan terhadap materi tersebut, dan diharapkan peserta dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Referensi
Kemenpppa. 2020. Panduan Perlindungan
Lanjut Usia Berperspektif Gender Pada
Masa Covid-19.
Tim Nasional Percepatan Penangulangan
Kemiskinan. 2020. Situasi Lansia di
Indonesia dan Akses terhadap Program
Perlindungan Sosial: Analisis Data
Sekunder. Jakarta.
Misnaniarti M. 2017. Analisis Situasi
Penduduk Lanjut Usia dan Upaya
Peningkatan Kesejahteraan Sosial di
Indonesia. J Ilmu Kesehat Masy. 8(2):67-73.
Ambohamsah I, Akbar F, Sukiman KC.
Peningkatan Pengetahuan Lanjut Usia
dalam Upaya Pencegahan Covid-19 di Desa
Sidorejo. Indones J Community Dedication.
(1):1-6.
Milita F, Handayani S, Setiaji B. Kejadian
Diabetes Mellitus Tipe II pada Lanjut Usia
di Indonesia (Analisis Riskesdas 2018 ).
J Kedokt dan Kesehat. 17(1):9-20.
Kurdi F, Abidin Z, Surya VC, Anggraeni
NC, Alyani DS, Riskiyanti V. 2021. Angka
Kejadian Diabetes Mellitus Pada Lansia
Middle Age Di Masa Pandemi Covid-19. J
Ilm Keperawatan (Scientific J Nursing).
(2):282-8.
Wahyuningsih W, Astuti E. Faktor Yang
Mempengaruhi Hipertensi pada Usia Lanjut.
J Ners dan Kebidanan Indones.
;1(3):71.
Riamah. 2019. Faktor-Faktor Penyebab
Terjadinya Hipertensi Pada Lansia Di UPT
PTSW Khusnul Khotimah. Menara Ilmu.
(5):106-13.
M. Surip, Elly Prihasti W RB. 2022.
Edukasi dan Skrining Kesehatan Pada
Lansia di Era Pandemi Covid 19. J Abdidas.
(2):149-56.
Sihombing M. 2017. Faktor yang
Berhubungan dengan Hipertensi pada
Penduduk Indonesia yang Menderita
Diabetes Melitus (Data Riskesdas 2013).
Bul Penelit Kesehat.45(1):53-64.
Al-Hadi H, Zurriyani Z, Saida SA.
Prevalensi Diabetes Melitus Tipe 2 Dengan
Kejadian Hipertensi Di Poliklinik Penyakit
Dalam Rs Pertamedika Ummi Rosnati. J
Med Malahayati. 2020;4(4):291-7.










.png)


