Edukasi “DAGUSIBU” dan Praktik Penggunaan Obat Di SMA Citra Kasih, Jakarta Barat

  • Anastasia Setyopuspito Pramitaningastuti Universitas Pelita Harapan
Keywords: edukasi, penggunaan obat, DAGUSIBU

Abstract

Obat saat ini merupakan salah satu kebutuhan pokok di masyarakat. Kekeliruan dalam cara mendapatkan obat, penggunaan obat, dan penyimpanan obat dapat mempengaruhi keberhasilan terapi. Pembuangan obat yang benar dapat meminimalkan resiko pencemaran lingkungan dan ataupun meminimalkan penyalahgunaan obat kadaluarsa oleh pihak yang tidak bertanggungjawab. Edukasi DAGUSIBU (DApatkan, GUnakan, SImpan dan BUang) diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran sejak dini terkait obat. Pelaksanaan edukasi DAGUSIBU dilakukan secara hybrid kepada guru dan murid SMA Citra Kasih Jakarta Barat. Pemaparan materi edukasi DAGUSIBU dilakukan secara presentasi dan pemberian brosur DAGUSIBU, kemudian dilanjutkan praktik penggunaan obat serta pengemasan obat yang tepat. Jumlah peserta dalam kegiatan ini sebanyak 165 peserta. Peningkatan pengetahuan peserta dilihat dari nilai Pre-Test dan Post-Test dengan menggunakan instrumen kuis sebanyak 10 pertanyaan. Data kuis dikelompokkan ke dalam kriteria objektif yaitu: >30% (sangat kurang), 30- 49% (kurang), 50-79 (cukup), dan 80-100% (baik). Perbedaan tingkat pengetahuan peserta terhadap kegiatan PkM dianalisis menggunakan uji two sample t test dengan membandingkan nilai pretest dan post test peserta. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang sigifikan (sig. two-tailed < 0.05) tingkat pengetahuan peserta sebelum dan setelah kegiatan PkM. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan terkait DAGUSIBU pada guru dan siswa SMA Citra Kasih Jakarta Barat.

References

MSD Manual, “Drug Errors”,

https://www.msdmanuals.com/professio

nal/clinical-pharmacology/concepts-inpharmacotherapy/

drug-errors, diakses

tanggal 9 Mei 2022.

No Pertanyaan Pretest Posttest

Tenaga kesehatan yang bertugas di apotek adalah

apoteker dan tenaga teknis kefarmasian

% 98%

Obat bebas dan bebas terbatas dapat dibeli tanpa resep

dokter

% 84%

Tidak semua obat harus diminum setelah makan 94% 97%

Obat yang sudah melewati beyond use date masih aman

digunakan bila obat belum mencapai kadaluarsa

% 72%

Kita harus mengetahui kandungan dari merk obat yang

kita minum

% 99%

Membeli obat melalui e-commerce online sama sekali

dilarang

% 81%

Disarankan untuk melaporkan efek samping yang

dirasakan ke dokter atau apoteker untuk memperoleh

penanganan lebih lanjut

% 95%

Anda dapat membeli obat di manapun, selama harganya

murah

% 100%

Obat golongan keras dari resep dokter dapat dibeli

kembali bila mengalami gejala penyakit yang sama

% 67%

Semua obat yang diminum 1x sehari dapat diminum

kapan pun, baik pagi, siang, ataupun malam

% 49%

Rata-rata 76,8% 84,2%

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (DiMas) Vol. 5 No. 2 | DOI : 10.53359/dimas.v5i2.74

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (DiMas) Vol. 5 No. 2 | DOI 10.53359/dimas.v5i2.74

Ali, A.S., and Suhail, N., "Importance Of

Storing Medicines On Required

Temperature In Pharmacies and Role Of

Community Pharmacies In Rural Areas :

Literature Review,"i-manager’s Journal on

Nursing, Vol.6, 2016.

Badan POM RI, "Badan POM Canangkan

Ayo Buang Sampah Obat-Gerakan

Waspada Obat Ilegal" Mei 2022. [Online].

Available:

https://www.pom.go.id/new/view/direct/

ayo-buang-sampah-obat [Diakses Mei

.

Published
2023-11-14
How to Cite
Pramitaningastuti, A. S. (2023). Edukasi “DAGUSIBU” dan Praktik Penggunaan Obat Di SMA Citra Kasih, Jakarta Barat. Jurnal DiMas, 5(2), 75-79. https://doi.org/10.53359/dimas.v5i2.74