Pemberdayaan Kader Minum Obat Dengan Metode “Pakde” Di Desa Paninggaran Kabupaten Pekalongan
Abstract
Kepatuhan minum obat merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan terapi, terutama pada pasien dengan penyakit kronis. Rendahnya kepatuhan seringkali disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan obat yang benar. Oleh karena itu, pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan tujuan memberdayakan kader minum obat di Desa Paninggaran Kabupaten Pekalongan melalui metode “PAKDE” (Partisipatif, Kolaboratif, Dedikatif). Metode ini dilaksanakan melalui tahapan pre-test untuk mengukur pengetahuan awal kader, penyuluhan dan pelatihan interaktif mengenai cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan benar (DAGUSIBU) obat , serta dilanjutkan dengan post-test sebagai evaluasi peningkatan pengetahuan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan kader, dengan rata-rata nilai pre-test sebesar 55.4 meningkat menjadi 78.5 pada post-test. Peningkatan ini menandakan bahwa kader mampu memahami materi dengan baik dan berpotensi menjadi agen edukasi di masyarakat. Kegiatan ini juga memperlihatkan antusiasme dan partisipasi aktif seluruh peserta. Dengan adanya program pemberdayaan ini, kader diharapkan mampu berperan dalam mendampingi masyarakat untuk meningkatkan kepatuhan penggunaan obat, sehingga berkontribusi pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di Desa Paninggaran Kabupaten Pekalongan.
References
'[1] J. Susilo, R. Susanti, and K. Sari, “Penyuluhan Dapatkan , Gunakan , Simpan dan Buang Obat Kabupaten Semarang,” vol. 6, pp. 173–180, 2024.
'[2] F. A. Putri, S. Supriyanto, R. Nurhidayah, and V. Fajar, “Promosi GeMa CerMat (Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat) dengan ‘Tanya 5 O’ di SMP Negeri 2 Karanggayam,” J. Mandala Pengabdi. Masy., vol. 5, no. 1, pp. 89–92, 2024, doi: 10.35311/jmpm.v5i1.398.
'[3] Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial, Pedoman Pelaksanaan Program Keluarga Harapan. Jakarta: Kementerian Sosial RI, 2021.
'[4] “Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Tentang Bijak Memilih Obat Melalui Edukasi Gema Cermat Di Puskesmas Terminal,” J. Pengabdi. Kpd. Masy., vol. 8, no. 1, 2023.
'[5] Indarto, A. Purnomo, D. Erna, Ahwan, and G. Kusumastuti, “Peningkatan Kesadaran Penggunaan Obat yang Bijak di Kecamatan Jumantono melalui Gema Cermat AoC Kabupaten Karanganyar,” JAFK J. Abdimas Farm. Kesehat., vol. 01, no. 01, pp. 30–34, 2024.
'[6] Q. A. Urfiyya et al., “Edukasi Dagusibu Sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Dusun Ngoto Bangunharjo Sewon Bantul Mengenai Pengelolaan Obat,” J. Abdi Masy. Erau, vol. 3, no. April, pp. 1–11, 2024, [Online]. Available: https://jurnal.stiksam.ac.id/index.php/erau/article/view/778/343
'[7] D. F. Hamzah and T. M. Rafsanjani, “Pengaruh Pemberian Edukasi Dan Simulasi Dagusibu Terhadap Pengetahuan Masyarakat Tentang Pengelolaan Obat Rasional Di Tingkat Keluarga,” JUMANTIK (Jurnal Ilm. Penelit. Kesehatan), vol. 7, no. 3, p. 247, 2022, doi: 10.30829/jumantik.v7i3.11640.
'[8] A. Simbara, A. Z. Primananda, A. Tetuko, and C. N. Savitri, “Edukasi Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cermat) Untuk Meningkatkan Pengetahuan Swamedikasi,” Indones. J. Farm., vol. 4, no. 1, p. 1, 2020, doi: 10.26751/ijf.v4i1.797.
'[9] W. Rahmatulloh, A. N. Ainni, C. Miyarso, R. Agustina, S. Supartiningsih, and F. Abrori, “Peningkatan Pengetahuan Tentang DAGUSIBU pada Kader Kesehatan Desa di Desa Pagebangan, Kecamatan Karanggayam,” J. Pengabdi. Masy. Panacea, vol. 2, no. 3, p. 186, 2024, doi: 10.20527/jpmp.v2i3.13416.
'[10] Lutfi Hidiyaningtyas and D. Larasati, “Peningkatan Rasionalitas Swamedikasi Melalui Sosialiasi Gerakan Sadar Obat Bebas DAGUSIBU,” J. Innov. Community Empower., vol. 6, no. 2, pp. 116–122, 2024, doi: 10.30989/jice.v6i2.1406.










.png)


