Peningkatan Kapasitas Kelompok Tani Sayur Desa Janti melalui Pelatihan Produksi Keripik Pare
Abstract
Desa Janti, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri memiliki potensi komoditas pare yang selama ini hanya dimanfaatkan sebagai sayuran segar dengan nilai ekonomi relatif rendah. Keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam pengolahan hasil pertanian menyebabkan belum optimalnya nilai tambah produk. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas Kelompok Tani Sayur Desa Janti melalui pelatihan produksi dan pengolahan keripik pare sebagai produk bernilai tambah. Metode pelaksanaan meliputi analisis kebutuhan, penyuluhan, pelatihan praktik langsung, pendampingan penggunaan alat (mesin pemotong dan peniris minyak), serta evaluasi melalui pre-test dan post-test dan penilaian keterampilan. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman mitra secara signifikan dari 0–20% sebelum kegiatan menjadi 100% setelah kegiatan. Penilaian keterampilan berada pada kategori baik hingga sangat baik dengan skor 4,0–5,0. Uji kesukaan masyarakat terhadap warna, kerenyahan, dan rasa menunjukkan tingkat penerimaan yang baik. Kegiatan ini efektif meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian kelompok tani dalam mengembangkan usaha olahan pare serta berpotensi mendukung peningkatan ekonomi masyarakat desa
References
'[1] D. Yadi Heryadi, Betty Rofatin Yogi Nirwanto, and Intan Nurcahya, “Pemasyarakatan Diversivikasi Produk Olahan Berbasis Kearifan Lokal Untuk Ketahanan Pangan dan Peningkatan Pendapatan Masyarakat,” Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, pp. 5229–5238, Oct. 2022.
'[2] Ratih D.K, Dwi Susilo U., Tyas Soemarah K.D., Haryuni, and Wiyono, “Diversifikasi Produk Olahan Pangan Lokal Berbasis Komoditas Wortel,” Ganesha Jurnal Pengabdian Masayarakat, vol. 01, pp. 27–30, Jan. 2021.
'[3] V. L. Rizki, M. Masyhuri, F. Muttaqien, and I. K. O. Permadi, “Enhancing The Product Value of Bitter Melon Chips Through Branding at Home Industry Melati,” Empowerment Society, vol. 8, no. 2, pp. 58–64, Aug. 2025, doi: 10.30741/eps.v8i2.1701.
'[4] S. Wijana et al., “Melalui Inovasi Pascapanen Jagung Di Kabupaten Timor Tengah Selatan Nusa Tenggara Timur,” Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat |, Vol. 2, No. 2, 2024.
'[5] R. H. Yusfi et al., “Pemberdayaan Masyarakat Desa Serang: Pengembangan Produk Sayuran Untuk Meningkatkan Pendapatan Petani,” vol. 5, no. 4, pp. 4524–4529, 2024, doi: 10.55338/jpkmn.v5i4.4032.
'[6] W. Syakhirul Alim et al., Pemberdayaan Masyarakat: Konsep dan Strategi, 1st ed. PT. Gaptek Media Pustaka, 2022. [Online]. Available: www.gaptek.id
'[7] Halima Zaifi, Asmar Yulastri, Lucy Fridayati, and Cici Andriani, “Karakteristik Sensori dan Penerimaan Panelis terhadap Keripik Berbahan Dasar Kulit Singkong,” Jurnal Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, vol. 20, no. 1, pp. 43–53, Jun. 2025, doi: 10.26623/jtphp.v20i1.12083.
'[8] P. Ojha and A. Kafley, “Blanching induced effect on bioactive compounds and anti-diabetic properties of bitter gourd,” Research Article J. Food Sci. Technol. Nepal, vol. 14, p. 2024, 2024.
'[9] S. Budiana Kurniawati et al., “Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (Kwt) Melalui Implementasi Teknologi Tepat Guna Untuk Meningkatkan Produktivitas Pertanian Dan Membangun Ketahanan Pangan,” PROFICIO: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, vol. 7, no. 1, Jan. 2026.
'[10] S. Astiti, I. Hikmah, S. I. Purnama, and K. A. Audah, “Pemberdayaan Mitra Melalui Penyerahan Alat Dan Pelatihan Teknologi Produksi Di Desa Glempang,” Jurnal Sinergitas PKM & CSR, vol. 9, no. 3, pp. 30–38, Dec. 2025, doi: 10.19166/jspc.v9i3.10515.
'[11] T. Puji Lestari et al., “Paper Soap Herbal Kemangi dan Serai Sebagai Solusi Inovatif Pemberdayaan Petani Sayur Desa Janti, Papar Kediri,” Room of Civil Society Development, vol. 4, no. 5, pp. 839–848, Sep. 2025, doi: 10.59110/rcsd.764.










.png)


