Edukasi Pencegahan Stunting dengan Kelor di Posyandu Desa Banjar Agung, Lampung Selatan
Abstract
Stunting is a public health problem that is still a challenge in Banjar Agung Village, Jati Agung District, South Lampung Regency, due to low public understanding of balanced nutrition and the use of nutritious local food. This community service activity aims to improve the knowledge and skills of Posyandu Cadres in stunting prevention through nutrition education and training in making nutraceticals product made from moringa leaves. The implementation method includes the preparation, implementation, and evaluation stages with a lecture approach, interactive discussions, and direct practice of making processed moringa products in the form of moringa tea, moringa jelly, morisago, moringa omelet, and moringa ice cream. Evaluation was carried out using pre-test and post-test to assess the level of understanding of participants. The results of the activity showed an increase in participants' knowledge about stunting and the benefits of moringa leaves as a functional food. This activity is expected to support efforts to prevent stunting based on local food in a sustainable manner at the village level.
References
'[1] Fauziah, J., Trisnawati, K. D., Rini, K. P. S., & Putri, S. U. (2024). Stunting: Penyebab, gejala, dan pencegahan. Jurnal Parenting Dan Anak, 1(2), 11-11.
'[2] Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, “Ketua DPR RI: Gizi Keluarga Penting untuk Cegah Stunting,” 2022. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2023. Kementerian Kesehatan Rilis Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022.
'[3] Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). 2021. Kebijakan dan Strategi Percepatan Penurunan Stunting di Indonesia.
'[4] Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia. 2022. Ketua DPR RI: Gizi Keluarga Penting Untuk Cegah Stunting
'[5] Dhafir, F., & Laenggeng, H. (2020). Kandungan kalsium (Ca) dan zat besi (Fe) daun kelor (Moringaoleifera). Jurnal Kreatif Online, 8(1), 153-158.
'[6] Aminah, S., Ramdhan, T., & Yanis, M. (2015). Kandungan nutrisi dan sifat fungsional tanaman kelor (Moringa oleifera). Buletin pertanian perkotaan, 5(2), 35-44.
'[7] Amalia, F. (2020). Potensi Pemanfaatan Daun Kelor (Moringa Oliefera L.). Dalam Meningkatkan Mutu Fish Nugget Dari Ikan Tuna Sebagai Alternatif Pangan Sehat (Doctoral dissertation, IAIN Ambon).
'[8] Putra, I. N. K. (2020). Substansi Nutraseutikal Sumber dan Manfaat Kesehatan. Deepublish.










.png)


