Peningkatan Kesadaran Keamanan Kosmetik melalui Edukasi Kosmetik Aman bagi Siswa SMA N Kota Brebes
Abstract
Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman remaja mengenai penggunaan kosmetik yang aman melalui program edukasi di salah satu Sekolah Menengah Atas di Kabupaten Brebes. Penggunaan kosmetik pada remaja semakin meningkat, namun pengetahuan mengenai keamanan produk, risiko bahan berbahaya, serta pentingnya memilih kosmetik terdaftar BPOM masih rendah. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan interaktif, diskusi kelompok, demonstrasi penggunaan kosmetik dasar yang higienis, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Materi diberikan mencakup jenis-jenis kosmetik, cara membaca label dan komposisi, identifikasi bahan berbahaya, hingga tips memilih produk kecantikan yang aman. Demonstrasi dilakukan untuk memberikan pemahaman praktis mengenai penggunaan kosmetik yang sesuai standar keamanan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan peserta, terlihat dari perbedaan nilai pre-test dan post-test serta tingginya partisipasi selama sesi diskusi. Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa edukasi berbasis sekolah terbukti efektif dalam meningkatkan literasi keamanan kosmetik pada remaja dan dapat menjadi langkah preventif untuk mencegah penggunaan kosmetik ilegal atau mengandung bahan berbahaya. Program ini berpotensi direplikasi di sekolah lain sebagai upaya membangun perilaku remaja yang lebih kritis dan bijak dalam memilih produk kosmetik. Yang aman dan baik digunakan untuk kulit wajah dan sesuai.
References
'[1]. Putri, A. R., & Mahardika, R. F. (2021). Pengaruh beauty influencer terhadap minat beli kosmetik remaja. Jurnal Komunikasi Digital, 6(3), 212–221.
'[2]. Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2023). Laporan tahunan pengawasan kosmetik dan bahan berbahaya. Jakarta: BPOM RI.
'[3]. Sari, P., & Aprilia, L. (2021). Hubungan paparan media sosial dengan perilaku pembelian kosmetik ilegal. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 16(2), 156–164.
'[4]. Rahmawati, N. (2022). Literasi kosmetik aman pada siswa SMA di Kabupaten Brebes (Skripsi). Universitas Terapan Kesehatan.
'[5]. Utami, A., & Dewi, R. (2020). Dampak paparan merkuri dalam kosmetik terhadap kesehatan ginjal. Jurnal Farmasi Klinik, 9(1), 23–30.
'[6]. Handayani, W., & Putra, D. (2019). Pengaruh bahan kimia kosmetik terhadap kesehatan kulit remaja. Jurnal Kesehatan Kulit Indonesia, 5(2), 81–89.
'[7] Maulida, R., & Setyowati, D. (2021). Perilaku konsumtif remaja dalam pemilihan produk kecantikan. Jurnal Ilmu Perilaku, 10(2), 101–110.
'[8]. Hapsari, D., & Nugroho, A. (2020). Efektivitas penyuluhan kesehatan di sekolah terhadap peningkatan pengetahuan siswa. Jurnal Promosi Kesehatan, 8(1), 35–43.
'[9]. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Pedoman promosi dan pencegahan penyakit berbasis sekolah. Jakarta: Kemenkes RI










.png)


