Peningkatan Ketahanan Pangan melalui Pendampingan Inovasi Produk Olahan Kedelai pada UMKM Tempe
Abstract
Tempe merupakan produk pangan fermentasi khas Indonesia yang memiliki nilai gizi tinggi serta potensi ekonomi yang besar bagi pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Namun, sebagian besar pelaku UMKM tempe masih memiliki pola pikir konvensional, terbatasnya penerapan teknologi, serta minim inovasi produk dan strategi pemasaran. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi lokal melalui pendampingan inovasi produk serta pelatihan pemasaran olahan kedelai pada UMKM Tempe Riah, Fadlan, dan Putri di Kecamatan Tugu, Semarang. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan tahapan observasi, koordinasi, pelaksanaan pelatihan, dan pendampingan. Kegiatan meliputi pelatihan pembuatan produk diversifikasi tempe seperti nugget, pancake, dan tepung tempe, pelatihan pengemasan modern, serta penyusunan strategi pemasaran berbasis digital. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam inovasi produk, efisiensi proses produksi melalui penerapan teknologi tepat guna, serta peningkatan daya saing melalui desain kemasan dan strategi pemasaran yang lebih baik. Program ini berkontribusi terhadap penguatan kapasitas UMKM tempe dan diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
References
'[1]. Ahnan‐Winarno AD, Cordeiro L, Winarno FG, Gibbons J, Xiao H. Tempeh: A semicentennial review on its health benefits, fermentation, safety, processing, sustainability, and affordability. Compr Rev Food Sci Food Saf. 2021;20(2):1717–67.
'[2]. Bukhari MR. Pelatihan fermentasi tempe. BARAKTI J Community Serv. 2022;1(1):10–4.
'[3]. Achsanuddin A, Khaerunnisa F, Violin V, Yusuf M. Faktor-faktor yang Memengaruhi Produksi Tempe di Kecamatan Burau Kabupaten Luwu Timur. Kompeten J Ilm Ekon dan Bisnis. 2023;2(2):568–77.
'[4]. Mahendra DA. Analisis Faktor Faktor yang Memengaruhi Konsumsi Tempe oleh Rumah Tangga di Kota Surakarta. 2022;
'[5]. Dewi GP, Ginting AM. Antisipasi krisis pangan melalui kebijakan diversifikasi pangan. J Ekon dan Kebijak Publik. 2012;3(1):97–118.
'[6]. Bintari SH. Diversifikasi Produk Tempe Generasi Dua Sebagai Pangan Harian di Masa Adaptasi Kebiasaan Baru. In: Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat UNDIP 2020. 2020.
'[7]. Simanjuntak BY, Wahyudi A, Elly N, Okfrianti Y. Produk Olahan Inovatif Tempe Sebagai Alternatif Meningkatkan Konsumsi dan Peluang Usaha. GEMASSIKA J Pengabdi Kpd Masy. 2023;7(1):76–83.










.png)


