Pemberdayaan Masyarakat Melalui Penanaman Dan Edukasi Pemanfaatan Taman Obat Keluarga (TOGA) Serta Pelatihan Pembuatan Produk Jahe Instan Di Desa Cikande, Kab. Serang, Banten
Abstract
Indonesia sangat kaya akan jenis tanaman, lebih dari 1000 jenis tanaman diantaranya dapat digunakan untuk pengobatan. Kekayaan alam Indonesia sayangnya tidak selaras dengan tingkat pengetahuan masyarakat akan tanaman obat, sehingga pemanfaatan tanaman obat menjadi kurang. Hal yang sama juga terjadi pada pada masyarakat di Desa Cikande, hal ini disebabkan tidak adanya taman tanaman obat keluarga (TOGA) dan tidak adanya akses informasi yang cukup bagi warga Desa Cikande. Kegiatan edukasi TOGA dilakukan secara langsung melalui presentasi dan pembagian buku saku TOGA, kemudian dilakukan praktek penanaman TOGA pada lahan kosong. Selain itu dilakukan pemutaran video pembuatan jahe instan dan workshop pembuatan jahe instan. Penanaman dan edukasi TOGA serta pelatihan pembuatan jamu, khususnya jahe instan diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pemanfaatan TOGA sehingga diharapkan akan meningkatkan derajat kesehatan dan perekonomian warga Desa Cikande.
References
'[1] D. M. Takoy, R. Linda, and I. Lovadi. 2013 “Tumbuhan berkhasiat obat suku dayak seberuang di Kawasan Hutan Desa Ensabang Kecamatan Sepauk Kabupaten Sintang,” Jurnal Protobiont, vol. 2, no. 3, pp. 122–128.
'[2] Siska Mayang Sari, Ennimay, and A. R. Tengku. 2019 “Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Pada Masyarakat,” Dinamisa Jurnal Pengabdi. Kpd. Masy., vol. 3, pp. 1–7, doi: 10.31849/dinamisia.v3i2.2833.
'[3] A. Hikmat, E. A. Zuhud, E. Sandra, and R. Kartika Sari. 2011 “Revitalisasi Konservasi Tumbuhan Obat Keluarga (TOGA) Guna Meningkatkan Kesehatan Dan Ekonomi Keluarga Mandiri Di Desa Contoh Lingkar Kampus IPB Darmaga Bogor,”. Jurnal Pertanian Indonesia. vol 16. no. 2
'[4] Santoso, H.B. 2008. Ragam & Khasiat Tanaman Obat. PT Agromedia Pustaka.Yogyakarta










.png)


