Pelatihan Inovasi Produk Kosmetika dari Kulit Buah Rambutan di Kelurahan Mangunsari, Kecamatan Gunung Pati Semarang

  • ahmad fuad masduqi STIFAR
Keywords: kulit buah rambutan, kosmetika,body scrub, limbah, Mangunsari

Abstract

Kelurahan Mangunsari merupakan salah satu kelurahan di Gunung Pati Semarang yang mempunyai potensi besar sebagai penghasil tanaman hortikultura dan buah-buahan. Salah satu buah-buahan yang banyak tumbuh di daerah tersebut adalah buah rambutan. Masyarakat dan kelompok tani di Kelurahan Mangunsari Gunung Pati biasanya memanfaatkan buah rambutan sebagai konsumsi pribadi atau dijual matang di pasar ataupun depan rumah serta dipinggir jalan. Kulit buah rambutan sangat banyak dan hanya menjadi limbah disaat musim buah rambutan tersebut. Tim pengabdian ini membuat produk kosmetika berbahan limbah kulit buah rambutan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi ceramah, diskusi (tanya jawab) dan demonstrasi pembuatan produk kosmetika. Kegiatan pelatihan pembuatan produk dari kulit buah rambutan menjadi produk kosmetika berupa body scrub. Pelatihan pembuatan produk dilakukan secara langsung oleh tim dosen dengan membentuk kelompok-kelompok kecil pada peserta yang hadir. Keunggulan dari produk kosmetika dari kulit buah rambutan adalah produk baru hasil pengembangan inovasi yang dapat meningkatkan nilai ekonomis dan dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat khusunya kaum wanita. Selain itu, limbah kulit buah rambutan bisa teratasi dengan pengolahan menjadi produk yang bernilai dan bermanfaat. Luaran yang diharapkan tercapai dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan masyarakat di Kelurahan Mangunsari Gunung Pati untuk dapat membuat produk kosmetika dari kulit buah rambutan. Dampak positif dari kegiatan ini diharapkan dapat menambah pendapatan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta lingkungan menjadi bersih di Kelurahan Mangunsari Gunung Pati.

References

Mistriyani, Riyanto, S. & Rohman, A. 2018. Antioxidant Activities of Rambutan (Nephelium lappaceum L) Peel In Vitro. Food Research, 2(1): 119-123.

Nihayah, D. M., Avi.B.S, dan Phany.I.P, 2016, Kajian Indeks Kebahagiaan Kota Semarang 2016. "jurnal Riptek", Vol.10, No.2, h.29-46.

Thitilertdecha, N., Teerawutgulrag, A. & Rakariyatham, N. 2008. Antioxidant and Antibacterial Activities of Nephelium lappaceum L. Extracts. Food Science and Technology, 41(10): 2029-2035.

Rizka, Hanifah Olga, Nyi Mekar Saptarini. 2018. Pemanfaatan Kulit Buah Rambutan (Nephelium lappacheum Linn.) Sebagai Sediaan Fungsional. Farmaka Suplemen. Volume 16 No.1

Syamsidi, A. 2014. Pengaruh Variasi Ekstrak Metanol Kulit Buah Rambutan (Nephelium lappaceum L.) Terhadap Kestabilan Fisik Krim Antioksidan. Online Jurnal of Natural Science, 3(2): 1-9.

W. Li, J. Zeng, eta Y. Shao. 2018. Nephelium lappaceum in Exotic Fruits. Elsevier.369-375

Yumas, M., Sitti ramlah, dan Mamang. 2015. Formulasi Lulur Krim dari Bubuk Kakao Non Fermentasi dan Efek Terhadap Kulit. BIOPROPAL INDSUTRI Vol. 6 No. 2, 63-72

Published
2024-05-31
How to Cite
ahmad fuad masduqi. (2024). Pelatihan Inovasi Produk Kosmetika dari Kulit Buah Rambutan di Kelurahan Mangunsari, Kecamatan Gunung Pati Semarang. Jurnal DiMas, 6(1), 13-17. https://doi.org/10.53359/dimas.v6i1.73