Menggali Potensi Bunga Krisan Bandungan, Semarang sebagai Teh dan Lulur untuk Kesehatan dan Kecantikan
Abstract
Desa Kenteng, merupakan salah satu Desa di Kecamatan Bandungan, Semarang Jawa Tengah yang terkenal dengan petani bunga potong krisan. Saat ini petani di Desa Kenteng menjual bunga krisan hanya untuk tanaman hias dan dekorasi. Selain sebagai bunga hias sebenarnya bunga krisan memiliki banyak komponen nutrisi yang dapat berfungsi sebagai antioksidan untuk kesehatan dan kecantikan. Hal ini yang menggugah kelompok pengabdian kami untuk melakukan penyuluhan dan pelatihan pengolahan bunga krisan melalui kelompok tani bunga krisan setempat. Kegiatan yang dilaksanakan adalah berupa penyuluhan mengenai penghilangan pestisida agar tercipta bunga krisan dengan kualitas yang baik dan sehat, serta pemaparan khasiat lain dari bunga krisan sebagai lulur kosmetik serta teh antioksidan. Tim pengabdian akan memperkenalkan metode pengolahan bunga krisan hingga menjadi produk teh dan mangir secara langsung kepada kelompok kader. Hasil dari pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat diterima dengan antusias dan seluruh peserta mengikuti kegiatan pelatihan cara pembuatan lulur dan teh. Lebih dari 90% peserta memahami sosialisasi dan pelatihan yang diberikan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat telah berlangsung dengan sukses dan lancar. Peserta pengabdian juga berharap adanya kelanjutan kegiatan pelatihan mengenai tata cara perijinan dan pemasaran produk.
References
B. Hermawan, “Ekspor Bunga Krisan
Indonesia Terus Mengalami Peningkatan,”
Jakarta, 2022. [Online]. Available:
https://ekonomi.republika.co.id/berita/rjyoi
/ekspor-bunga-krisan-indonesia-terusmengalami-
peningkatan#:~:text=Volume
ekspor bungan krisan pada,Hortikultura
Kementerian Pertanian Prihasto Setyanto.
A. S. P. Erina Prima Galatia, Siwi Gayatri,
“Pengaruh Karakteristik Petani Terhadap
Pengembangan Usahatani Bunga Krisan
(Studi Kasus di Desa Kenteng, Kecamatan
Bandungan),” J. Litbang Provinsi Jawa
Teng., vol. 21, no. 1, pp. 36–46, 2023.
J. Yuan et al., “Effects of drying methods
on the phytochemicals contents and
antioxidant properties of chrysanthemum
flower heads harvested at two
developmental stages,” J. Funct. Foods,
vol. 19, pp. 786–795, Dec. 2015, doi:
1016/J.JFF.2015.10.008.
A. R. Han et al., “Phytochemical
composition and antioxidant activities of
two different color chrysanthemum flower
teas,” Molecules, vol. 24, no. 2, pp. 1–14,
, doi: 10.3390/molecules24020329.
M. H. Shahrajabian, W. Sun, P. Zandi, and
Q. Cheng, “A review of chrysanthemum,
the eastern queen in traditional chinese
medicine with healing power in modern
pharmaceutical sciences,” Appl. Ecol.
Environ. Res., vol. 17, no. 6, pp. 13355–
, 2019, doi:
15666/aeer/1706_1335513369.
S. Kishimoto, T. Maoka, M. Nakayama,
and A. Ohmiya, “Carotenoid composition
in petals of chrysanthemum (Dendranthema
grandiflorum (Ramat.) Kitamura),”
Phytochemistry, vol. 65, no. 20, 2004.
Y. Li, X. Liu, F. Li, L. Xiang, and K. Chen,
“The isolation and identification of
anthocyanin-related gsts in
chrysanthemum,” Horticulturae, vol. 7, no.
, 2021.
B. R. Fitriadi and A. C. Putri, “Metode-
Metode Pengurangan Residu Pestisida pada
Hasil Pertanian,” J. Rekayasa Kim.
Lingkung., vol. 11, no. 2, pp. 61–71, 2016,
doi: 10.23955/rkl.v11i2.4950.
R. Mediakom, “Bahan Alami Mencuci
Sayuran Dan Buah-Buahan,” Biro
Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat
Kementerian Kesehatan RI, 2021.
https://mediakom.kemkes.go.id/2021/05/ba
han-alami-mencuci-sayuran-dan-buahbuahan/.
R. Samantha and D. Almalik, “Analisis
Kadar Residu Insektisida Golongan
Organofosfat Pada Kubis (Brassica
oleracea) Setelah Pencucian dan Pemaksaan
Di Desa Dolat Rakyat Kabupaten Karo,”
Dep. Kesehat. Lingkung., vol. 3, no. 2, pp.
–66, 2019, [Online]. Available:
http://www.tjyybjb.ac.cn/CN/article/downlo
adArticleFile.do?attachType=PDF&id=998
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (DiMas) Vol. 5 No. 2 | DOI : 10.53359/dimas.v5i2.72
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (DiMas) Vol. 5 No. 2 | DOI 10.53359/dimas.v5i2.72
N. Putu et al., “Simple decontamination
methods for removal of pesticide residues
in brinjal,” Sch. J. Agric. Vet. Sci., vol. 11,
no. 1, pp. 27–30, 2019, [Online]. Available:
http://www.fao.org/fao-whocodexalimentarius/
shproxy/
en/?lnk=1&url=https%253A%252F
%252Fworkspace.fao.org%252Fsites%252
Fcodex%252FStandards%252FCODEX%2
BSTAN%2B299-
%252FCXS_299e.pdf%0Ahttps://jour
nal2.unusa.ac.id/index.php/MHSJ/article/vi
ew/866%0Ahttps.










.png)


