Menggali Potensi Bunga Krisan Bandungan, Semarang sebagai Teh dan Lulur untuk Kesehatan dan Kecantikan

  • Ungsari Rizki Eka Purwanto Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Yayasan Pharmasi Semarang
  • Endang Diyah Ikasari Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Yayasan Pharmasi Semarang
  • Endang Dwi Wulansari Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Yayasan Pharmasi Semarang
  • Ebta Narasukma A. Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Yayasan Pharmasi Semarang
  • I Kadek Bagiana Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Yayasan Pharmasi Semarang
  • Meysiska Trisnaningtyas Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Yayasan Pharmasi Semarang
Keywords: bunga, krisan, teh, lulur, pengabdian

Abstract

Desa Kenteng, merupakan salah satu Desa di Kecamatan Bandungan, Semarang Jawa Tengah yang terkenal dengan petani bunga potong krisan. Saat ini petani di Desa Kenteng menjual bunga krisan hanya untuk tanaman hias dan dekorasi. Selain sebagai bunga hias sebenarnya bunga krisan memiliki banyak komponen nutrisi yang dapat berfungsi sebagai antioksidan untuk kesehatan dan kecantikan. Hal ini yang menggugah kelompok pengabdian kami untuk melakukan penyuluhan dan pelatihan pengolahan bunga krisan melalui kelompok tani bunga krisan setempat. Kegiatan yang dilaksanakan adalah berupa penyuluhan mengenai penghilangan pestisida agar tercipta bunga krisan dengan kualitas yang baik dan sehat, serta pemaparan khasiat lain dari bunga krisan sebagai lulur kosmetik serta teh antioksidan. Tim pengabdian akan memperkenalkan metode pengolahan bunga krisan hingga menjadi produk teh dan mangir secara langsung kepada kelompok kader. Hasil dari pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat diterima dengan antusias dan seluruh peserta mengikuti kegiatan pelatihan cara pembuatan lulur dan teh. Lebih dari 90% peserta memahami sosialisasi dan pelatihan yang diberikan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat telah berlangsung dengan sukses dan lancar. Peserta pengabdian juga berharap adanya kelanjutan kegiatan pelatihan mengenai tata cara perijinan dan pemasaran produk.

References

B. Hermawan, “Ekspor Bunga Krisan

Indonesia Terus Mengalami Peningkatan,”

Jakarta, 2022. [Online]. Available:

https://ekonomi.republika.co.id/berita/rjyoi

/ekspor-bunga-krisan-indonesia-terusmengalami-

peningkatan#:~:text=Volume

ekspor bungan krisan pada,Hortikultura

Kementerian Pertanian Prihasto Setyanto.

A. S. P. Erina Prima Galatia, Siwi Gayatri,

“Pengaruh Karakteristik Petani Terhadap

Pengembangan Usahatani Bunga Krisan

(Studi Kasus di Desa Kenteng, Kecamatan

Bandungan),” J. Litbang Provinsi Jawa

Teng., vol. 21, no. 1, pp. 36–46, 2023.

J. Yuan et al., “Effects of drying methods

on the phytochemicals contents and

antioxidant properties of chrysanthemum

flower heads harvested at two

developmental stages,” J. Funct. Foods,

vol. 19, pp. 786–795, Dec. 2015, doi:

1016/J.JFF.2015.10.008.

A. R. Han et al., “Phytochemical

composition and antioxidant activities of

two different color chrysanthemum flower

teas,” Molecules, vol. 24, no. 2, pp. 1–14,

, doi: 10.3390/molecules24020329.

M. H. Shahrajabian, W. Sun, P. Zandi, and

Q. Cheng, “A review of chrysanthemum,

the eastern queen in traditional chinese

medicine with healing power in modern

pharmaceutical sciences,” Appl. Ecol.

Environ. Res., vol. 17, no. 6, pp. 13355–

, 2019, doi:

15666/aeer/1706_1335513369.

S. Kishimoto, T. Maoka, M. Nakayama,

and A. Ohmiya, “Carotenoid composition

in petals of chrysanthemum (Dendranthema

grandiflorum (Ramat.) Kitamura),”

Phytochemistry, vol. 65, no. 20, 2004.

Y. Li, X. Liu, F. Li, L. Xiang, and K. Chen,

“The isolation and identification of

anthocyanin-related gsts in

chrysanthemum,” Horticulturae, vol. 7, no.

, 2021.

B. R. Fitriadi and A. C. Putri, “Metode-

Metode Pengurangan Residu Pestisida pada

Hasil Pertanian,” J. Rekayasa Kim.

Lingkung., vol. 11, no. 2, pp. 61–71, 2016,

doi: 10.23955/rkl.v11i2.4950.

R. Mediakom, “Bahan Alami Mencuci

Sayuran Dan Buah-Buahan,” Biro

Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat

Kementerian Kesehatan RI, 2021.

https://mediakom.kemkes.go.id/2021/05/ba

han-alami-mencuci-sayuran-dan-buahbuahan/.

R. Samantha and D. Almalik, “Analisis

Kadar Residu Insektisida Golongan

Organofosfat Pada Kubis (Brassica

oleracea) Setelah Pencucian dan Pemaksaan

Di Desa Dolat Rakyat Kabupaten Karo,”

Dep. Kesehat. Lingkung., vol. 3, no. 2, pp.

–66, 2019, [Online]. Available:

http://www.tjyybjb.ac.cn/CN/article/downlo

adArticleFile.do?attachType=PDF&id=998

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (DiMas) Vol. 5 No. 2 | DOI : 10.53359/dimas.v5i2.72

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (DiMas) Vol. 5 No. 2 | DOI 10.53359/dimas.v5i2.72

N. Putu et al., “Simple decontamination

methods for removal of pesticide residues

in brinjal,” Sch. J. Agric. Vet. Sci., vol. 11,

no. 1, pp. 27–30, 2019, [Online]. Available:

http://www.fao.org/fao-whocodexalimentarius/

shproxy/

en/?lnk=1&url=https%253A%252F

%252Fworkspace.fao.org%252Fsites%252

Fcodex%252FStandards%252FCODEX%2

BSTAN%2B299-

%252FCXS_299e.pdf%0Ahttps://jour

nal2.unusa.ac.id/index.php/MHSJ/article/vi

ew/866%0Ahttps.

Published
2023-11-14
How to Cite
Purwanto, U. R. E., Endang Diyah Ikasari, Endang Dwi Wulansari, Ebta Narasukma A., I Kadek Bagiana, & Meysiska Trisnaningtyas. (2023). Menggali Potensi Bunga Krisan Bandungan, Semarang sebagai Teh dan Lulur untuk Kesehatan dan Kecantikan. Jurnal DiMas, 5(2), 68-74. https://doi.org/10.53359/dimas.v5i2.72