Pelatihan Pembuat Sabun Mandi Kulit Pisang di Desa Plamongansari Kota Semarang

Keywords: kulit pisang, pengabdian masyarakat, sabun

Abstract

Kulit pisang merupakan bahan buangan (limbah buah pisang) yang cukup banyak jumlahnya. Kulit pisang mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin dan tannin yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri sehingga dapat dimanfaatkan sebagai sabun. Tujuan dari pelatihan ini adalah ingin memberikan informasi, edukasi dan keterampilan kepada masyarakat tentang pemanfaatan limbah kulit pisang sebagai sabun. Pelaksanaan kegiatan ini menggunakan metode sosialisasi dan demonstrasi. Dalam pelakanaan, peserta diberikan kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi. Hasil yang diperoleh dalam kegiatan ini adalah masyarakat mendapatkan pengetahuan, pengalaman dan keterampilan terkait cara pembuatan sabun mandi menggunakan bahan kulit pisang. Dengan demikian, Masyarakat Desa plamongan sari dapat mencoba mengaplikasikan pembuatan sabun mandi menggunakan bahan kulit pisang dengan peralatan yang sederhana di rumah masing-masing dan dapat meningkatkan nilai ekonomis dari kulit buah pisang sehingga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat

References

'[1] H. R. Rukmana, Aneka Olahan Limbah Tanaman Pisang, Jambu Mete, Rosella. Yogyakarta: kanisius, 2001.

'[2] S. T. P. M. S. Dr. Nurhayati, M. P. Prof. Dr. Ir. Soetriono, dan S. T. P. M. P. Shanti Akhiriani, Teknoekonomi Pengolahan Limbah Kulit Pisang. UPT Penerbitan & Percetakan Universitas Jember, 2021.

'[3] C. Abdi, R. M. Khair, dan M. W. Saputra, “Pemanfaatan limbah kulit pisang kepok (Musa acuminate L.) sebagai karbon aktif untuk pengolahan air sumur kota Banjarbaru: Fe Dan Mn,” Jukung (Jurnal Tek. Lingkungan), vol. 1, no. 1, 2015.

'[4] W. Wusnah, S. Bahri, dan D. Hartono, “Proses pembuatan bioetanol dari kulit pisang kepok (Musa acuminata BC) secara fermentasi,” J. Teknol. Kim. Unimal, vol. 8, no. 1, hal. 48–56, 2020.

'[5] H. Rahman, S. Sefaniyah, dan A. Indri, “Pemanfaatan limbah kulit pisang sebagai Bahan Baku pembuatan Bioetanol,” J. Teknol., vol. 6, no. 1, hal. 1–10, 2018.

'[6] T. M. R. Ramadani, “Pengolahan Limbah Kulit Pisang Menjadi Yogurt,” 2019.

'[7] A. Hartono et al., “Pelatihan pemanfaatan limbah kulit pisang sebagai bahan dasar pembuatan kerupuk,” vol. 2, no. 3, hal. 198 – 203, 2013.

'[8] A. Nursanti, I. H. Suparto, dan T. Kemala, “Aktivitas Antibakteri dan Uji Fitokimia Senyawa Metabolit Sekunder dari Limbah Kulit Pisang Kepok (Musa acuminata x balbisiana), Kulit Pisang Uli (Musa Paradisiaca Sapientum), dan Kulit Pisang Nangka (Musa sp L),” Al-Kimia, vol. 6, no. 2, hal. 129–134, 2018.

'[9] S. Someya, Y. Yoshiki, dan K. Okubo, “Antioxidant compounds from bananas (Musa Cavendish ),” vol. 79, hal. 351–354, 2002.

Published
2023-05-30
How to Cite
RAHMAWATI, T. E., & Indah Sulistyarini. (2023). Pelatihan Pembuat Sabun Mandi Kulit Pisang di Desa Plamongansari Kota Semarang . Jurnal DiMas, 5(1), 39-42. https://doi.org/10.53359/dimas.v5i1.62