Minyak Sereh dan Ekstrak Daun Pandan Wangi sebagai Lotion Antinyamuk di Desa Karangaji
Abstract
Abstrak
Desa Karangaji, merupakan salah satu desa di Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, daerah pesisir pantai yang berbatasan langsung dengan Laut Jawa. Wilayah ini merupakan lingkungan yang kurang tertata, beberapa daerah yang selalu tergenang air, serta saluran air dengan drainase yang kurang baik. Pola hidup masyarakat yang kurang memperhatikan lingkungan dan status pekerjaan serta ekonomi masyarakatnya yang sebagian besar tidak bekerja dan sebagai pengurus rumah tangga menambah buruknya kondisi lingkungan sekitar sehingga menimbukan tingginya penyakit DBD. Metode pengabdian yang dilakukan dengan survei lapangan, rapat koordinasi tim pengabdian dengan mitra, kemudian dilakukan penyuluhan kesehatan lingkungan dengan metode ceramah, diskusi, tanya jawab, dilakukan penyerahan tanaman TOGA dan pelatihan pembuatan lotion antinyamuk dengan bahan dasar minyak sereh dan ekstrak daun pandan wangi. Pembuatan lotion dilakukan dengan mencampur fase air (gliserin, TEA, akuades) ke fase minyak (setil alkohol, asam stearat) yang telah dicairkan. Penambahan ekstrak pandan wangi, minyak sereh, VCO dan metil paraben dilakukan setelah pendinginan, kemudian produk yang didapat ditambah akuades hingga kekentalan lotion yang cukup. Dari evaluasi kegiatan didapatkan bahwa kegiatan memiliki manfaat dan sesuai dengan kebutuhan warga masyarakat. Harapan dari tim pengabdian adalah warga dapat membuat lotion antinyamuk dan dapat mengusahakan ijin untuk pemasaran sehingga dapat meningkatkan ekonomi warga.
References
WHO, Dengue Fever : Comprehensive
guidelines for prevention and control of
dengue and dengue haemorrhagic fever,
no. 1. Rosen Publishing Group, 2011.
N. Frida, Mengenal Demam Berdarah
Dengue, 1st ed. Semarang: ALPRIN,
Y. Ambari and N. M. D. S. Suena, “Uji
Stabilitas Fisik Formulasi Lotion Anti
Nyamuk Minyak Sereh,” J. Ilm.
Medicam., vol. 5, no. 2, pp. 111–115, Sep.
, doi:
36733/medicamento.v5i2.844.
S. Katadi, A. Zaeni, and R. Hamsidi,
“Formulasi Losio Antinyamuk Dengan
Zat Aktif Minyak Atsiri,” in Jurnal
Farmasi dan Ilmu Kefarmasian Indonesia,
vol. 2, no. 1, 2015, pp. 2–5.
A. Agusta, “Kegunaan dan Aktivitas
Biologi Minyak Atsiri,” in Minyak Atsiri
Tumbuhan Tropika Indonesia.pdf, 1st ed.,
Bandung: ITB, Bandung, 1969, pp. 16–
Wintah and Kiswanto, “Ekstrak Daun
Pandan Wangi Dan Asam Jawa Terhadap
Daya Repelen Nyamuk Aedes aegypti,” J.
Litbang Kota Pekalongan, vol. 16, pp.
–101, 2019.
A. Kardinan, Tanaman Pengusir dan
Pembasmi Nyamuk. Jakarta: Agromedia
Pustaka, 2007.
D. Setyaningsih, E. Hambali, and M.
Nasution, “D. Setyaningsih, E. Hambali,
dan M. Nasution,” J. Teknol. Ind. Pertan.,
vol. 17, no. 3, pp. 97–103, 2016.
L. Lachman, H. A. Lieberman, and J. L.
Kanig, Teori dan Praktek Farmasi
Industri, 1 cetakan. Jakarta: Fakultas
Ekonomi Universitas Indonesia, 1994.
Ambarwati, D. Astusi, and A. B. Pratama,
“Pemanfaatan Ekstrak Daun Pandan
Wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb .)
sebagai Larvasida Alami,” J. Kesehat.,
vol. 2, no. 2, pp. 115–124, 2009.
R. Halim and A. Fitri, “Aktivitas Minyak
Sereh Wangi sebagai Antinyamuk,” J.
Kesmas Jambi, vol. 4, no. 1, pp. 28–34,










.png)


