Lilin Aromaterapi Hasil Penjernihan Minyak Jelantah di Desa Karangaji, Kedung, Jepara, Jawa Tengah
Abstract
Penggunaan minyak jelantah secara berulang dalam proses memasak mempunyai potensi yang besar dalam membahayakan kesehatan tubuh. Minyak jelantah dapat diubah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomis tinggi sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan warga. Salah satu yang dapat diterapkan adalah dengan mengubah minyak jelantah menjadi produk lilin aromaterapi. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat Desa Karangaji terutama ibu-ibu PKK tentang bahaya penggunaan minyak goreng secara berulang-ulang, memberdayakan ibu-ibu PKK Desa Karangaji dalam menfaatkan limbah minyak goreng sebagai produk yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi yaitu lilin aromaterapi. Metode pengabdian yang dilakukan dengan cara survei lapangan, rapat koordinasi dengan mitra, penyuluhan serta pelatihan pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah. Minyak jelantah dipisahkan dulu dari pengotor-pengotornya dan dijernihkan menggunakan adsorben karbon aktif dan bleaching earth (10% dari jumlah minyak). Minyak jelantah yang sudah jernih dipanaskan bersama parafin di atas kompor. Larutan ini ditambah pewarna dan parfum. Jika larutan sudah homogen dituang dalam cetakan. Lilin yang sudah mengeras dapat dikemas, dan siap dipasarkan. Lilin aromaterapi yang dibuat memiliki warna yang menarik, tekstur padat sedikit berminyak dengan aroma wangi. Peserta pengabdian dapat membuat lilin aromaterapi dari minyak jelantah hasil penjenihan sehingga dapat diterapkan sebagai usaha untuk meningkatkan perekonomian warga.
References
Delta, “Pemanfatan Minyak Jelantah
(Waste Cooking Oil) dalam Pembuatan
Lilin Aromaterapi,” J. Kesehat. Luwu
Raya, vol. 7, no. 2, pp. 37–42, 2019,
[Online]. Available:
http://jurnalstikesluwuraya.ac.id/index.ph
p/eq/article/view/47.
D. R. Al Qory, Z. Ginting, and S. Bahri,
“Pemurnian Minyak Jelantah
Menggunakan Karbon Aktif Dari Biji
Salak (Salacca Zalacca) Sebagai Adsorben
Alami Dengan Aktivator H2SO4,” J.
Teknol. Kim. Unimal, vol. 10, no. 2, pp.
–36, 2021.
R. Sharma, R. Adhav, and P. Vaswani,
“Aromatherapy as a Brain Tonifier A
Review,” Pharma Innov. J., vol. 5, no. 4,
pp. 108–111, 2016.
Karningsih, Jehanara, Winancy, and F.
Yulfitria, “The Effectiveness of Lavender
Aromatherapy Oil and Candle to Reduce
The Pain in The Active Phase of 1 st Stage
of Labor,” Women, Midwives and
Midwifery, vol. 2, no. 2, pp. 75–82, 2022.
N. Rusli and Y. W. R. Rerung, “Formulasi
Sediaan Lilin Aromaterapi Sebagai Anti
Nyamuk Dari Minyak Atsiri Daun Nilam
(Pogostemon cablin Benth) Kombinasi
Minyak Atsiri Buah Jeruk Nipis (Citrus
aurantifolia Swingle),” J. Mandala
Pharmacon Indones., vol. 4, no. 1, pp. 68–
, 2018, doi: 10.35311/jmpi.v4i1.26.
M. Alamsyah, R. Kalla, and L. I. La Ifa,
“Pemurnian Minyak Jelantah Dengan
Proses Adsorbsi,” J. Chem. Process Eng.,
vol. 2, no. 2, p. 22, 2017, doi:
33536/jcpe.v2i2.162.
T. Akbar, A. Hendro, E. F. D, L. Edward,
D. Teknik, and K. Fakultas, “Pemurnian
Minyak Goreng Bekas dengan
Menggunakan Adsorbent Zeolit dan
Bleaching Earth,” Indones. J. Halal, vol. 4,
no. 1, pp. 16–24, 2021.
L. F. Ramadhani, Imaya M. Nurjannah,
Ratna Yulistiani, and Erwan A. Saputro,
“Review: teknologi aktivasi fisika pada
pembuatan karbon aktif dari limbah
tempurung kelapa,” J. Tek. Kim., vol. 26,
no. 2, pp. 42–53, 2020, doi:
36706/jtk.v26i2.518.
E. Günister, S. Işçi, A. Alemdar, and N.
Güngör, “Effect of sodium dodecyl sulfate
on flow and electrokinetic properties of
Na-activated bentonite dispersions,” Bull.
Mater. Sci., vol. 27, no. 3, pp. 317–322,
, doi: 10.1007/BF02708522.
A. Atikah, “Efektifitas Bentonit Sebagai
Adsorben Pada Proses Peningkatan Kadar
Bioetanol,” J. Distilasi, vol. 2, no. 2, p. 23,
, doi: 10.32502/jd.v2i2.1200.
M. Moosavi, “Bentonite Clay as a Natural
Remedy : A Brief Review,” Iran J. Public
Heal., vol. 46, no. 9, pp. 1176–1183, 2017.










.png)


