Pelatihan Pemanfaatan Daun Kelor Menjadi Kelor Celup Sebagai Minuman Kesehatan Tubuh Pencegah Hipertensi Pada Ibu-Ibu PKK Dusun Bejalen, Ambarawa
Abstract
Penyakit hipertensi belum menempati skala prioritas utama dalam pelayanan kesehatan, padahal diketahui dampak negatif yang akan ditimbulkannya cukup besar, seperti stroke dan jantung koroner. Beberapa penduduk di Dusun Bejalen, Kota Ambarawa menderita hipertensi bahkan dengan beberapa komplikasi. Dari insidensi hipertensi yang sangat tinggi dan bahaya komplikasi yang ditimbulkan, perlu dilakukan penyuluhan tentang penyakit hipertensi. Salah satu tanaman yang bisa mencegah hipertensi adalah tanaman kelor. Tanaman kelor merupakan salah satu tanaman yang memiliki manfaat tidak hanya bagi kesehatan, namun juga memiliki nilai ekonomi. Seluruh bagian tanaman kelor mulai daun, kulit batang, buah dan bijinya bermanfaat bagi kesehatan. Tanaman ini dapat diolah menjadi berbagai obat herbal hingga bahan baku produk perawatan kulit. Tanaman kelor dapat tumbuh baik di daerah tropis, seperti halnya di Dusun Bejalen, Ambarawa. Kelor diketahui memiliki banyak khasiat, salah satunya untuk hipertensi. Pemanfaatan tanaman kelor masih sebatas sebagai olahan sayur dan belum menjadi produk olahan yang menarik, berdaya saing dan bernilai ekonomi tinggi, dikarenakan masih terbatasnya informasi dan wawasan mitra mengenai pengolahan kelor. Ada tiga tahapan yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian ini, yaitu:persiapan, pelaksanaan dan. Dari hasil evaluasi terhadap kegiatan pengabdian yang telah dilakukan terlihat bahwa pengetahuan peserta pelatihan terhadap jenis, manfaat dan cara pembuatan teh kelor celup semakin meningkat.
References
Wardoyo, 2006.Kesehatan Lansia dan
Masalahnya. Jakarta. Citra Parsindo
Sustrani, 2014.Tekanan Darah Tinggi
(Hipertensi). Jakarta. Raja Grasindo
Idris, H. 2019. Back to Nature: Memanfaatkan
Tanaman Obat Keluarga. Edisi Pertama.
Cetakan Pertama. Palembang: Universitas
Sriwijaya Press.
Kurniasih. (2012). Khasiat dan Manfaat Daun
Kelor untuk penyembuhan berbagai penyakit.
Cetakan Pertama, Yogyakarta : Pustaka Baru
Press.
Becker, K., & Makkar, H.P.S. (1996).
“Nutritional value and antinutritional
component of whole and ethanol extracted
moringa oleifera leaves”. Journal of Feed
Science and Tecnology, 63, 211-228
Sutanto, T., Adfa, D., & Taringan, N. (2007).
“Buah kelor (moringa oleifera lamk.) tanaman
ajaib yang dapat digunakan untuk mengurangi
kadar ion logam dalam air”. Jurnal Gradien,
(1), 219-221










.png)


