Pemanfaatan Jahe untuk Suplemen Kesehatan di Dusun Demungan, Kab. Semarang
Abstract
Masa pandemic Covid-19 dibutuhkan tambahan kegiatan masyarakat untuk menopang ekomoni masyarakat. Pada masa ini juga diperlukan suplemen yang dapat untuk meningkatkan imun keseharan masyarakat. Jahe salah satu herbal yang sudah banyak dikenal dan ditanam masyarakat. Ada 3 jenis jahe, yaitu jahe gajah, emprit dan merah. Jahe yang banyak ditanam di Dusun Demungan adalah jahe emprit. Salah satu pengolahan jahe yang ditawarkan pada pengabdian masyarakat ini adalah mengolah menjadi serbuk instan dan syrup. Sediaan ini mudah cara pembuatannya dan menggunalan alat yang sederhana. Penggunaan sediaan ini juga mudah digunakan, dapat langsung diseduh dengan air panas maupun air dingin. Pengabdian masyarakat ini dilakukan langsung tatap muka dengan warga dengan mempertimbangkan Prokes Covid-19 dengan metode penyuluhan dan demontrasi. Warga diajarkan proses pengolahan mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan, sampai pada pengemasan sediaan. Alat-alat yang dipakai disesuaikan dengan alat-alat yang dimiliki warga (secara tradisional). Dengan kegiatan pengabdian ini antusiasme warga sangat baik, dan ada keinginan untuk membuat UMKM, untuk pengemasannya warga dapat memakai kemasanyang banyak dijumpai dan kemasan yang higinis. Pengolahan sediaan ini juga dapat menambah ekonomi warga, karena sumber bahan simplisia yang tersedia melimpah, alat yang tidak membutuhkan investasi
References
1 Andriawan,H.S. Sumarno. Dina,S.S. 2014. Efek
Ekstrak Jahe (Zingiber officinale Rosc.) terhadap
Penuruann Tanda Inflamasi Eritema pada Tikus
Putih (Rattus novergicus) Galur Wistar dengan
luka bakar. Majalah Kesehatana FKUB. Vol 1,
No 4, 214-222.
2 Wati,S. Merina. 2019. Pelatihan Pembuatan
Minuman Herbal Instan untuk Meningkatkan
ekonomi Warga. Jurnal Unimed, Vol 25, No 4,
-215
3 Susanty, Sri.Yulendra, Lalu. 2018. Panduan
Proses Pengolahan Jahe Menjadi Jahe Serbuk
Instan. Media Bina Ilmiah, Vol 1, No 1, 85-92
4 Aditya. Akhyar , A. Dewi F. 2018. Minuman
Fungsional Serbuk Instan Jahe (Zingiber
officinale R) dengan Penambahan Sari Umbi Bit
(Beta vulgaris L) Sebagai pewarna alami. SAGU,
Vol 17, No 2, 9-17.
5 2021. Medi, A. Erinda, R.p. Afdonil, K.F.
Anggita, S. Dewi, P.S. Nada, A. Raiza, N. Sri,
P.R. Wita. Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga
Jahe (Zingiber officinale) Sebagai Pengganti
Obat Kimia Di Dusun Tanjung Ale Desa
Kemengking Dalam Kecamatan Taman Rajo
Provinsi Jambi. MARTABE, Vol 4, No 1, 14-19
6 Kawiji. Rohula, U. Erwin, N.H. 2011.
Pemanfaatan Jahe (Zingiber officinale Rose.)
Dalam Meningkatkan Umur Simpan dan aktivitas
Antioksidan “Sale Pisang Basah”. Jurnal
Teknologi Hasil Pertanian, Vol IV, No 2, 113-
7 Sutrisno, K. Astrid, D. 2015. Peningkatan Mutu
dan cara Produksi pada Industri Minuman Jahe
Merah Instan di Desa Benteng, Ciampea, Bogor.
Agrokreatif, Vol 1, No 2, 149-161.
8 Lusi, P.D. Maifitrianti. Daniek, V. 2019.
Pembuatan Sirup Jahe Merah dan
Pemanfaatannya dalam Kesehatan. Jurnal
SOLMA, Vol 8, No 1, 111-118.
9 Buyung, K. Azizul, G,C.W. IBM Pembuatan
Sirup Jahe Merah di Kecamatan Mijen kota
Semarang. SNHPKM-VII, LPPM UPGRIS
Semarang,30-35, ISBN: 978-602-0960-58-6
10 Mirza, A.P. Anggini, F.A. Rizki, S. Pixel, J.S.A.
Ahmad, D.A, Kikiy, M.N. Norma, A.R. Prahasti,
t.T. Peningkatan Keterampilan Pembuatan
Olahan Minuman Berbahan Dasar Jahe sebagai
Usaha Menguntungkan Kelompok PKK Kec.
Wajak. Jurnal Karinov, vol 3, No 3, 181-188.
11 Firdausni, F. Kamsina, K. 2018. Pengaruh
pemakaian jahe emprit dan jahe merah terhadap
karakteristik fisik, total fenol, dan kandungan
gingerol, shogaol ting-ting jahe (Zingiber
officinale). Jurnal Litbang Industri, Vol 8, No 2,
-76.










.png)


