Pembuatan Jamu Instan Kunyit Asem di Kader Remaja Puskesmas Bangun Galih, Tegal
Abstract
Gaya hidup “back to nature” semakin berkembang dan diminati oleh masyarakat. Salah satu tanaman herbal yang umum dikonsumsi oleh masyarakat adalah kunyit. Kunyit (Curcuma longa L) dengan kandungan kurkumin dilaporkan memiliki potensi terapeutik seperti antibiotik, antivirus, antioksidan. Penggunaan kunyit sering dikombinasikan dengan Asam Jawa (Tamarindus indica) menjadi sebuah minuman jamu kunyit asam. Buah asam juga menunjukkan potensi sebagai antidiabetes, anti hiperlipidemik, dan antioksidan.
Paguyuban kader remaja di bawah binaan Puskesamas Bangun Galih, Tegal dibiasakan budaya minum jamu. Selain itu, para kader remaja ini diberikan pelatihan-pelatihan bermanfaat antara lain pelatihan pembuatan jamu instan Kunyit Asem. Pada daerah ini belum ada kelompok masyarakat yang memproduksi jamu instan kunyit asem. Hal ini diduga disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memproduksi minuman kunyit asam, khususnya kunyit asam dalam bentuk minuman serbuk.
Metode pelaksanaan pengabdian berupa penyuluhan tentang Obat Tradisional yang kemudian dilanjutkan dengan pemutaran video cara pembuatan jamu instan kunyit asam. Hasil yang diperoleh para kader remaja menjadi mengerti tentang definisi, pengelompokkan dan penandaan obat tradisional serta mengerti dan paham cara pembuatan jamu instan kunyit asam. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya pengetahuan pada saat diberikan pertanyaan mengenai obat tradisional dan cara pembuatan jamu instan kunyit asam.
References
Nurwidodo. 2006. Kampanye Pendidikan
Kesehatan Masyarakat Tentang Penggunaan
Obat yang Rasional di Provinsi Jawa Timur dan
Sumatera Barat. Depok: Pusat Studi
Kelangsungan Hidup Anak Universitas
Indonesia
Idris, H. 2019. Back to Nature: Memanfaatkan
Tanaman Obat Keluarga. Edisi Pertama.
Cetakan Pertama. Palembang: Universitas
Sriwijaya Press.
Olivia F., Alam S. and Hadibroto I. 2006. Seluk
Beluk Food Supplement. Jakarta: Penerbit PT
Gramedia Pustaka Utama, p: 166.
Sharma, R.A., Gescher, A.J. dan Steward, W.P.
Curcumin: The story so far. European
Journal of Cancer 41: 1955-1968.
Cousins, M., Adelberg, J., Chen, F. dan Rieck, J.
Antioxidant capacity of fresh and dried
rhizomes from four clones of turmeric (Curcuma
longa L.) grown invitro. Industrial Crops and
Products 25: 129-135.
Lin, J.K., Chen, Y.C., Huang, Y.T. dan Lin-
Shiau, S.Y. 1997. Suppression of protein kinase
C and nuclear oncogene expression as possible
molecular mechanisms of cancer
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (DiMas) Vol . 3 No. 1
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (DiMas) Vol. 3 No. 1
chemoprevention by apigenin and curcumin.
Journal of Cellular Biochemistry 67: 39-48.
Huang, M.T., Lou, Y.R., Ma, W., Newmark,
H.L., Reuhl, K.R. dan Conney, A.H. 1994.
Inhibitory effects of dietary curcumin on
forestomach, duodenal, and colon
carcinogenesis in mice. Cancer Research 54:
Kunchandy, E. dan Rao, M.N.A. 1990. Oxygen
radical scavenging activity of curcumin.
International Journal of Pharmaceutics 58: 237-
Sharma, S., Stutzman, J.D., Kelloff, G.J. dan
Steele, V.E. 1994. Screening of potential
chemopreventive agents using biochemical
markers of carcinogenesis. Cancer Research 54:
-5855.
Chen, DY., Shien, JH., Tiley, L., et al., 2010.
Curcumin inhibits influenza virus infection and
haemagglutination activity. Food Chemistry.
(4).
Dairaku, Y. Han, N. Yanaka, and N. Kato. 2010.
Inhibitory effect of curcumin on IMP
dehydrogenase, the target for anticancer and
antiviral chemotherapy agents. Bioscience,
Biotechnology and Biochemistry. 74 (1).
El-Siddig K., Gunasena H.P.M., Prasad B.A.,
Pushpakumara D.K.N.G., Ramana K.V.R.,
Vijayanand P. and Williams J.T. 2006. Fruits for
the Future 1 Tamarind – Tamarindus indica L.
Southampton: RPM Print and Design, England,
pp: 1-32.
Tsuda, T., Watanabe, M., Ohshima, K.,
Yamamoto, A., Kawakishi, S. dan Osawa, T.
Antioxidative components isolated from
the seed of tamarind (Tamarindus indica L.).
Journal. of Agricultural and Food Chemistry 42:
-2674.
Maiti, R., Das, U.K. dan Ghosh, D. 2005.
Attenuation of hyperglycemia and
hyperlipidemia in streptozotocin induced
diabetic rats by aqueous extract of seed of
Tamarindus indica. Biological and
Pharmaceutical Bulletin 28: 1172-1176.
Maiti, R., Jana, D., Das, U. dan Ghosh, D. 2004.
Antidiabetic effect of aqueous extract of seed of
Tamarindus indica in streptozotocin-induced
diabetic rats. Journal of Ethanopharmacology
: 85-91.
Siddhuraju, P. 2007. Antioxidant activity of
polyphenolic compounds extracted from
defatted raw and dry heated Tamarindus indica
seed coat. LWT Food Science and Technology
: 982-990.
Maisuthisakul, P., Pasuk, S. dan Ritthiruangdej,
P. 2008. Relationship between antioxidant
properties and chemical composition of some
Thai plants. Journal of Food Composition and
Analysis 21: 229-240.
Chanwitheesuk, A., Teerawutgulrag, A. dan
Rakariyatham, N. 2005. Screening of
antioxidant activity and antioxidant compounds
of some edible plants of Thailand. Food
Chemistry 92: 491-497.










.png)


