Pembuatan Jamu Instan Kunyit Asem di Kader Remaja Puskesmas Bangun Galih, Tegal

  • Ika Puspitaningrum
  • Maria Caecilia Nanny Setiawati
  • Siti Munisih
  • Lia Kusmita
  • Amor Sofandi
Keywords: kunyit, asam, jamu, instan, kader remaja

Abstract

Gaya hidup “back to nature”  semakin berkembang dan diminati oleh masyarakat. Salah satu tanaman herbal yang umum dikonsumsi oleh masyarakat adalah kunyit.  Kunyit (Curcuma longa L) dengan kandungan kurkumin dilaporkan memiliki potensi terapeutik seperti antibiotik, antivirus, antioksidan. Penggunaan kunyit sering dikombinasikan dengan Asam Jawa (Tamarindus indica) menjadi sebuah minuman jamu kunyit asam. Buah asam juga menunjukkan potensi sebagai antidiabetes, anti hiperlipidemik, dan antioksidan. 

Paguyuban kader remaja di bawah binaan Puskesamas Bangun Galih, Tegal dibiasakan budaya minum jamu. Selain itu, para kader remaja ini diberikan pelatihan-pelatihan bermanfaat antara lain pelatihan pembuatan jamu instan Kunyit Asem. Pada daerah ini belum ada kelompok masyarakat yang memproduksi jamu instan kunyit asem. Hal ini diduga disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memproduksi minuman kunyit asam, khususnya kunyit asam dalam bentuk minuman serbuk.

Metode pelaksanaan pengabdian berupa penyuluhan tentang Obat Tradisional yang kemudian dilanjutkan dengan pemutaran video cara pembuatan jamu instan kunyit asam. Hasil yang diperoleh para kader remaja menjadi mengerti tentang definisi, pengelompokkan dan penandaan obat tradisional serta mengerti dan paham cara pembuatan jamu instan kunyit asam. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya pengetahuan pada saat diberikan pertanyaan mengenai obat tradisional dan cara pembuatan jamu instan kunyit asam.

References

Nurwidodo. 2006. Kampanye Pendidikan

Kesehatan Masyarakat Tentang Penggunaan

Obat yang Rasional di Provinsi Jawa Timur dan

Sumatera Barat. Depok: Pusat Studi

Kelangsungan Hidup Anak Universitas

Indonesia

Idris, H. 2019. Back to Nature: Memanfaatkan

Tanaman Obat Keluarga. Edisi Pertama.

Cetakan Pertama. Palembang: Universitas

Sriwijaya Press.

Olivia F., Alam S. and Hadibroto I. 2006. Seluk

Beluk Food Supplement. Jakarta: Penerbit PT

Gramedia Pustaka Utama, p: 166.

Sharma, R.A., Gescher, A.J. dan Steward, W.P.

Curcumin: The story so far. European

Journal of Cancer 41: 1955-1968.

Cousins, M., Adelberg, J., Chen, F. dan Rieck, J.

Antioxidant capacity of fresh and dried

rhizomes from four clones of turmeric (Curcuma

longa L.) grown invitro. Industrial Crops and

Products 25: 129-135.

Lin, J.K., Chen, Y.C., Huang, Y.T. dan Lin-

Shiau, S.Y. 1997. Suppression of protein kinase

C and nuclear oncogene expression as possible

molecular mechanisms of cancer

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (DiMas) Vol . 3 No. 1

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (DiMas) Vol. 3 No. 1

chemoprevention by apigenin and curcumin.

Journal of Cellular Biochemistry 67: 39-48.

Huang, M.T., Lou, Y.R., Ma, W., Newmark,

H.L., Reuhl, K.R. dan Conney, A.H. 1994.

Inhibitory effects of dietary curcumin on

forestomach, duodenal, and colon

carcinogenesis in mice. Cancer Research 54:

Kunchandy, E. dan Rao, M.N.A. 1990. Oxygen

radical scavenging activity of curcumin.

International Journal of Pharmaceutics 58: 237-

Sharma, S., Stutzman, J.D., Kelloff, G.J. dan

Steele, V.E. 1994. Screening of potential

chemopreventive agents using biochemical

markers of carcinogenesis. Cancer Research 54:

-5855.

Chen, DY., Shien, JH., Tiley, L., et al., 2010.

Curcumin inhibits influenza virus infection and

haemagglutination activity. Food Chemistry.

(4).

Dairaku, Y. Han, N. Yanaka, and N. Kato. 2010.

Inhibitory effect of curcumin on IMP

dehydrogenase, the target for anticancer and

antiviral chemotherapy agents. Bioscience,

Biotechnology and Biochemistry. 74 (1).

El-Siddig K., Gunasena H.P.M., Prasad B.A.,

Pushpakumara D.K.N.G., Ramana K.V.R.,

Vijayanand P. and Williams J.T. 2006. Fruits for

the Future 1 Tamarind – Tamarindus indica L.

Southampton: RPM Print and Design, England,

pp: 1-32.

Tsuda, T., Watanabe, M., Ohshima, K.,

Yamamoto, A., Kawakishi, S. dan Osawa, T.

Antioxidative components isolated from

the seed of tamarind (Tamarindus indica L.).

Journal. of Agricultural and Food Chemistry 42:

-2674.

Maiti, R., Das, U.K. dan Ghosh, D. 2005.

Attenuation of hyperglycemia and

hyperlipidemia in streptozotocin induced

diabetic rats by aqueous extract of seed of

Tamarindus indica. Biological and

Pharmaceutical Bulletin 28: 1172-1176.

Maiti, R., Jana, D., Das, U. dan Ghosh, D. 2004.

Antidiabetic effect of aqueous extract of seed of

Tamarindus indica in streptozotocin-induced

diabetic rats. Journal of Ethanopharmacology

: 85-91.

Siddhuraju, P. 2007. Antioxidant activity of

polyphenolic compounds extracted from

defatted raw and dry heated Tamarindus indica

seed coat. LWT Food Science and Technology

: 982-990.

Maisuthisakul, P., Pasuk, S. dan Ritthiruangdej,

P. 2008. Relationship between antioxidant

properties and chemical composition of some

Thai plants. Journal of Food Composition and

Analysis 21: 229-240.

Chanwitheesuk, A., Teerawutgulrag, A. dan

Rakariyatham, N. 2005. Screening of

antioxidant activity and antioxidant compounds

of some edible plants of Thailand. Food

Chemistry 92: 491-497.

Published
2021-04-30
How to Cite
Puspitaningrum, I., Nanny Setiawati, M. C., Munisih, S., Kusmita, L., & Sofandi, A. (2021). Pembuatan Jamu Instan Kunyit Asem di Kader Remaja Puskesmas Bangun Galih, Tegal. Jurnal DiMas, 3(1), 120 - 124. https://doi.org/10.53359/dimas.v3i1.23