Themes by Openjournaltheme.com Jurnal DiMas https://dimas.stifar.ac.id/index.php/dimas en-US dimas.stifar@gmail.com (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) lppm.stifar.yaphar@gmail.com (LPPM STIFAR) Wed, 13 May 2026 07:08:00 +0000 OJS 3.1.2.4 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Sabun Pembersih Lantai Aromaterapi Lavender sebagai Pencegahan Demam Berdarah dan Penunjang Kebersihan https://dimas.stifar.ac.id/index.php/dimas/article/view/118 <p>Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi salah satu penyakit endemis di Indonesia, yang umumnya meningkat saat musim hujan. Lingkungan rumah yang tidak bersih dapat menjadi sarang nyamuk Aedes aegypti, faktor utama penyebar DBD. Oleh karena itu, upaya pencegahan berbasis masyarakat sangat penting, terutama melalui peningkatan kebersihan lingkungan. Kelompok PKK Ibu-Ibu RW 10 Kelurahan Batursari berinisiatif membuat sabun pembersih lantai berbasis aromaterapi lavender sebagai solusi ramah lingkungan yang dapat digunakan sehari-hari untuk mencegah DBD sekaligus menjaga kebersihan rumah. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kebersihan lingkungan dalam mencegah DBD dan memberdayakan ibu-ibu PKK melalui pelatihan pembuatan sabun pembersih lantai alami berbahan dasar minyak esensial lavender. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan lingkungan, pelatihan pembuatan sabun secara praktis, dan evaluasi terhadap efektivitas produk melalui uji kebersihan lantai dan observasi terhadap keberadaan nyamuk di sekitar rumah sebelum dan sesudah penggunaan produk. Kegiatan menunjukkan bahwa sabun pembersih lantai aromaterapi lavender efektif dalam membersihkan permukaan lantai dan memberikan efek pengusiran nyamuk yang signifikan. Selain itu, para peserta merasa antusias dan tertarik untuk memproduksi sabun secara mandiri dan berkelanjutan sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi lokal. Kegiatan ini juga mendorong peningkatan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan rumah sebagai upaya pencegahan penyakit.</p> <p><strong><em>Kata kunci : </em></strong><em>Demam Berdarah Dengue (DBD), Lavender, Kebersihan, Sabun</em></p> Kinanthi Nugrahaning Anthi, Athika Darumas Putri, Novi Elisa, Aqilah Achmad, Devina Salsabila Agustin, Helena Hanan Pratidina, Michael Brilian Mulyo, Priskila Elcilia, Rizqika Aura N, Sulis Dwi Ardani, Syafa Dliya Ulhaq Copyright (c) 2026 Jurnal DiMas https://dimas.stifar.ac.id/index.php/dimas/article/view/118 Wed, 13 May 2026 00:00:00 +0000 Peningkatan Ketahanan Pangan melalui Pendampingan Inovasi Produk Olahan Kedelai pada UMKM Tempe https://dimas.stifar.ac.id/index.php/dimas/article/view/135 <p><em>Tempe merupakan produk pangan fermentasi khas Indonesia yang memiliki nilai gizi tinggi serta potensi ekonomi yang besar bagi pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Namun, sebagian besar pelaku UMKM tempe masih memiliki pola pikir konvensional, terbatasnya penerapan teknologi, serta minim inovasi produk dan strategi pemasaran. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi lokal melalui pendampingan inovasi produk serta pelatihan pemasaran olahan kedelai pada UMKM Tempe Riah, Fadlan, dan Putri di Kecamatan Tugu, Semarang. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan tahapan observasi, koordinasi, pelaksanaan pelatihan, dan pendampingan. Kegiatan meliputi pelatihan pembuatan produk diversifikasi tempe seperti nugget, pancake, dan tepung tempe, pelatihan pengemasan modern, serta penyusunan strategi pemasaran berbasis digital. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam inovasi produk, efisiensi proses produksi melalui penerapan teknologi tepat guna, serta peningkatan daya saing melalui desain kemasan dan strategi pemasaran yang lebih baik. Program ini berkontribusi terhadap penguatan kapasitas UMKM tempe dan diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. </em></p> Margareta Priamsari Copyright (c) 2026 Jurnal DiMas https://dimas.stifar.ac.id/index.php/dimas/article/view/135 Wed, 13 May 2026 00:00:00 +0000 Peningkatan Kesadaran Keamanan Kosmetik melalui Edukasi Kosmetik Aman bagi Siswa SMA N Kota Brebes https://dimas.stifar.ac.id/index.php/dimas/article/view/139 <p><em>Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman remaja mengenai penggunaan kosmetik yang aman melalui program edukasi di salah satu Sekolah Menengah Atas di Kabupaten Brebes. Penggunaan kosmetik pada remaja semakin meningkat, namun pengetahuan mengenai keamanan produk, risiko bahan berbahaya, serta pentingnya memilih kosmetik terdaftar BPOM masih rendah. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan interaktif, diskusi kelompok, demonstrasi penggunaan kosmetik dasar yang higienis, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Materi diberikan mencakup jenis-jenis kosmetik, cara membaca label dan komposisi, identifikasi bahan berbahaya, hingga tips memilih produk kecantikan yang aman. Demonstrasi dilakukan untuk memberikan pemahaman praktis mengenai penggunaan kosmetik yang sesuai standar keamanan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan peserta, terlihat dari perbedaan nilai pre-test dan post-test serta tingginya partisipasi selama sesi diskusi. </em>Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa edukasi berbasis sekolah terbukti efektif dalam meningkatkan literasi keamanan kosmetik pada remaja dan dapat menjadi langkah preventif untuk mencegah penggunaan kosmetik ilegal atau mengandung bahan berbahaya. Program ini berpotensi direplikasi di sekolah lain sebagai upaya membangun perilaku remaja yang lebih kritis dan bijak dalam memilih produk kosmetik. Yang aman&nbsp; dan baik digunakan untuk kulit wajah dan sesuai.&nbsp;</p> Farah Destyana Nurainy Farah Copyright (c) 2026 Jurnal DiMas https://dimas.stifar.ac.id/index.php/dimas/article/view/139 Wed, 13 May 2026 00:00:00 +0000 Mewujudkan Generasi Cerdas melalui Edukasi DAGUSIBU pada Siswa SMAN 1 Anjir PasarIR https://dimas.stifar.ac.id/index.php/dimas/article/view/141 <p><em>Penggunaan obat yang tidak rasional masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat, termasuk pada kalangan remaja usia sekolah. Rendahnya pemahaman mengenai cara memperoleh, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan benar berpotensi menimbulkan berbagai risiko kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa melalui edukasi DAGUSIBU sebagai upaya mewujudkan generasi cerdas dalam pengelolaan obat. Kegiatan dilaksanakan di SMAN 1 Anjir dengan melibatkan siswa sebagai sasaran kegiatan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, diskusi interaktif, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap seluruh aspek DAGUSIBU setelah pelaksanaan edukasi, yang ditunjukkan oleh meningkatnya persentase jawaban benar pada post-test. Selain itu, tingkat kepuasan peserta terhadap kegiatan tergolong sangat tinggi. Edukasi DAGUSIBU diharapkan dapat membentuk perilaku penggunaan obat yang lebih rasional dan mendorong peran aktif siswa sebagai agen edukasi kesehatan di lingkungan sekitar.</em></p> Rizka Mulya Miranti Copyright (c) 2026 Jurnal DiMas https://dimas.stifar.ac.id/index.php/dimas/article/view/141 Wed, 13 May 2026 03:00:58 +0000 Edukasi Pencegahan Stunting dengan Kelor di Posyandu Desa Banjar Agung, Lampung Selatan https://dimas.stifar.ac.id/index.php/dimas/article/view/144 <p><em>Stunting is a public health problem that is still a challenge in Banjar Agung Village, Jati Agung District, South Lampung Regency, due to low public understanding of balanced nutrition and the use of nutritious local food. This community service activity aims to improve the knowledge and skills of Posyandu Cadres in stunting prevention through nutrition education and training in making nutraceticals product made from moringa leaves. The implementation method includes the preparation, implementation, and evaluation stages with a lecture approach, interactive discussions, and direct practice of making processed moringa products in the form of moringa tea, moringa jelly, morisago, moringa omelet, and moringa ice cream. Evaluation was carried out using pre-test and post-test to assess the level of understanding of participants. The results of the activity showed an increase in participants' knowledge about stunting and the benefits of moringa leaves as a functional food. This activity is expected to support efforts to prevent stunting based on local food in a sustainable manner at the village level. </em></p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> Untia Ramadhani Copyright (c) 2026 Jurnal DiMas https://dimas.stifar.ac.id/index.php/dimas/article/view/144 Wed, 13 May 2026 00:00:00 +0000 Implementasi Edukasi Perawatan dan Pengadaan Suction Pump untuk Meningkatkan Kompetensi Pengasuh Bayi di Organisasi Kemanusiaan https://dimas.stifar.ac.id/index.php/dimas/article/view/145 <p>Kesehatan anak merupakan fondasi utama pembangunan sumber daya manusia, di mana periode awal kehidupan merupakan masa yang sangat rentan terhadap gangguan kesehatan. Ketersediaan fasilitas atau alat kesehatan guna pertolongan pertama di lokasi kejadian yang sangat penting. Namun, organisasi kemanusiaan yang fokus pada bayi dan anak sering menghadapi kendala keterbatasan alat medis dan kurangnya pengetahuan dan keterampilan staf pengasuh terhadap perawatan peralatan yang ada. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi pengasuh melalui edukasi manajemen perawatan alat serta pengadaan <em>Suction Pump</em>. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan <em>Action Learning</em> meliputi observasi, sosialisasi, demonstrasi praktis, dan hibah peralatan medis. Hasil kegiatan secara kualitatif menunjukkan perubahan signifikan pada perilaku pengasuh yang menjadi lebih terampil dan percaya diri dalam mengoperasikan alat kesehatan sesuai standar. Pengasuh secara mandiri mampu mendemonstrasikan teknik penghisapan lendir yang aman serta prosedur perawatan alat medis yang ada. Kesimpulan dari pengabdian ini adalah pengadaan sarana fisik yang didukung dengan pendampingan edukatif mampu meningkatkan kapasitas layanan kesehatan internal organisasi secara berkelanjutan, sehingga risiko kegawatdaruratan pada anak dapat dimitigasi sejak dini sebelum dilakukan rujukan pada fasilitas kesehatan.</p> mugiyanto smg Copyright (c) 2026 Jurnal DiMas https://dimas.stifar.ac.id/index.php/dimas/article/view/145 Wed, 13 May 2026 00:00:00 +0000 Penatalaksanaan Abses Periodontal Bagi Praktisi Dokter Gigi Umum Di Wilayah Pdgi Cabang Jombang https://dimas.stifar.ac.id/index.php/dimas/article/view/146 <p><strong>Latar Belakang : </strong>Periodontal abses merupakan salah satu kondisi darurat dalam praktik kedokteran gigi yang sering ditemui oleh dokter gigi umum. Infeksi akut ini ditandai oleh akumulasi pus pada jaringan pendukung gigi, yang dapat menyebabkan nyeri hebat, pembengkakan, dan kerusakan periodontal progresif bila tidak ditangani segera. <strong>Tujuan : </strong>Penatalaksanaan awal oleh dokter gigi umum berfokus pada identifikasi cepat, eliminasi sumber infeksi, dan pengendalian gejala. <strong>Metode : </strong>Penyuluhan diberikan dalam bentuk seminar, sehingga terjadi komunikasi 2 arah antara presenter dan audiens. Langkah utama meliputi drainase abses melalui sulkus atau insisi, diikuti debridement mekanis untuk menghilangkan biofilm dan kalkulus yang menjadi faktor etiologi. Pemberian antibiotik sistemik hanya dianjurkan pada kondisi dengan gejala sistemik, penyebaran infeksi, atau ketika drainase tidak optimal. Manajemen nyeri dan edukasi pasien terkait kebersihan mulut juga menjadi bagian penting dalam penanganan. Setelah fase akut teratasi, umum perlu mengevaluasi faktor predisposisi dan menentukan kebutuhan rujukan ke periodontist, terutama pada kasus dengan defek periodontal luas atau penyakit periodontal lanjut. <strong>Kesimpulan : </strong>Pemahaman dan pelaksanaan penatalaksanaan yang tepat oleh dokter gigi umum berperan penting dalam mencegah komplikasi, mempertahankan gigi, serta meningkatkan prognosis kesehatan periodontal pasien.</p> Herrina Firmantini Copyright (c) 2026 Jurnal DiMas https://dimas.stifar.ac.id/index.php/dimas/article/view/146 Wed, 13 May 2026 00:00:00 +0000 Pendampingan Maintenance Peralatan Medis di Panti Asuhan Rumah Anak Surga https://dimas.stifar.ac.id/index.php/dimas/article/view/148 <p>Peralatan medis dasar seperti timbangan bayi, tensimeter, oximeter, dan nebulizer merupakan instrumen vital di Panti Asuhan Rumah Anak Surga Kota Semarang untuk memantau kesehatan anak asuh secara mandiri. Namun, keterbatasan pengetahuan teknis pengurus panti mengenai prosedur pemeliharaan sering kali meningkatkan risiko kerusakan alat. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa Politeknik Bina Trada Semarang pada Februari 2026 ini bertujuan untuk melakukan audit kelayakan serta pendampingan maintenance preventif. Metode pelaksanaan meliputi inspeksi fisik, uji fungsi, serta edukasi teknis berbasis literatur. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa seluruh sampel peralatan medis (timbangan bayi, tensimeter, oximeter, dan nebulizer) berada dalam kondisi operasional yang baik dan akurat, sehingga tidak diperlukan tindakan perbaikan (<em>repair</em>) pada komponen internal. Sebagai strategi keberlanjutan untuk mempertahankan kondisi laik pakai tersebut, tim memberikan intervensi edukatif berupa pembagian buku pedoman <em>maintenance</em> yang memuat prosedur <em>troubleshooting</em> mandiri dan pemasangan poster panduan cepat perawatan alat medis di area operasional panti. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman pengurus panti dalam mendeteksi gejala kerusakan dini dan tata cara penyimpanan alat yang benar sesuai standar teknis elektromedik.</p> Ulin Nuha Aba Copyright (c) 2026 Jurnal DiMas https://dimas.stifar.ac.id/index.php/dimas/article/view/148 Wed, 13 May 2026 03:34:36 +0000 Dapur Ibu Sebagai Apotek Keluarga:Edukasi Pengenalan Obat Tradisional Pada Anak https://dimas.stifar.ac.id/index.php/dimas/article/view/151 <p><em>The local wisdom of the Malay community in utilizing medicinal plants as a family pharmacy has been gradually eroding among the younger generation, including among children with special needs who have limited access to health education. This community service initiative aimed to enhance the understanding of medicinal plants among inclusive kids at Sekolah Menengah Kebangsaan Puchong, Malaysia, through the concept of The Mother's Kitchen as a Family Pharmacy. The activity was designed using interactive and participatory educational methods that engaged students in direct sensory experiences to recognize kitchen herbs through five senses, observing shape and color, feeling textures, smelling aromas, and tasting medicinal kitchen herbs (ginger, turmeric, lemongrass, galangal, and garlic). Comprehension was measured through pre-test and post-test questionnaires administered with assistance, utilizing a simplified format supported by images and emoticons. The results demonstrated a 37% increase in participant understanding (from 41% to 78%), with success indicators including the ability to identify the names, physical characteristics, and basic functions of medicinal plants. This initiative confirms that a kitchen-based contextual approach is effective for medicinal plant education among children with special needs, while simultaneously contributing to the preservation of local wisdom and the achievement of the SDGs regarding quality inclusive education</em>.</p> Dyah Aryantini Copyright (c) 2026 Jurnal DiMas https://dimas.stifar.ac.id/index.php/dimas/article/view/151 Wed, 13 May 2026 00:00:00 +0000 Peningkatan Kapasitas Kelompok Tani Sayur Desa Janti melalui Pelatihan Produksi Keripik Pare https://dimas.stifar.ac.id/index.php/dimas/article/view/152 <p>Desa Janti, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri memiliki potensi komoditas pare yang selama ini hanya dimanfaatkan sebagai sayuran segar dengan nilai ekonomi relatif rendah. Keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam pengolahan hasil pertanian menyebabkan belum optimalnya nilai tambah produk. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas Kelompok Tani Sayur Desa Janti melalui pelatihan produksi dan pengolahan keripik pare sebagai produk bernilai tambah. Metode pelaksanaan meliputi analisis kebutuhan, penyuluhan, pelatihan praktik langsung, pendampingan penggunaan alat (mesin pemotong dan peniris minyak), serta evaluasi melalui pre-test dan post-test dan penilaian keterampilan. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman mitra secara signifikan dari 0–20% sebelum kegiatan menjadi 100% setelah kegiatan. Penilaian keterampilan berada pada kategori baik hingga sangat baik dengan skor 4,0–5,0. Uji kesukaan masyarakat terhadap warna, kerenyahan, dan rasa menunjukkan tingkat penerimaan yang baik. Kegiatan ini efektif meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian kelompok tani dalam mengembangkan usaha olahan pare serta berpotensi mendukung peningkatan ekonomi masyarakat desa</p> TRI PUJI Copyright (c) 2026 Jurnal DiMas https://dimas.stifar.ac.id/index.php/dimas/article/view/152 Wed, 13 May 2026 07:04:32 +0000